Kelompok peretas ShinyHunters mengancam akan menyebarkan data internal milik Rockstar Games ke publik jika perusahaan tidak membayar tebusan hingga Selasa, 14 April 2026. Ancaman ini muncul setelah pelaku berhasil menyusup melalui celah pada perangkat lunak analitik pihak ketiga, Anodot.
Insiden peretasan ini telah dikonfirmasi oleh juru bicara Rockstar Games sebagaimana dilansir dari Detik iNET. Pihak perusahaan menyatakan bahwa akses ilegal tersebut bersifat sangat terbatas dan tidak mengganggu operasional perusahaan maupun pengalaman para pemain.
Pelaku peretasan mengklaim bahwa mereka tidak menjebol sistem utama Rockstar maupun penyedia penyimpanan data Snowflake. Sebaliknya, eksploitasi dilakukan pada akses Anodot yang digunakan pengembang game tersebut untuk memantau biaya layanan cloud mereka.
Data yang berhasil dicuri dilaporkan mencakup catatan internal perusahaan, dokumen kontrak, hingga jadwal pemasaran. Hingga saat ini, belum ditemukan bukti adanya kebocoran data sensitif milik pemain atau informasi transaksi pembayaran pelanggan.
ShinyHunters telah memberikan peringatan terakhir kepada pimpinan studio untuk segera melakukan komunikasi sebelum batas waktu berakhir. Kelompok ini mengancam akan menimbulkan gangguan digital yang lebih luas jika tuntutan mereka diabaikan oleh manajemen Rockstar.
Rekam jejak ShinyHunters menunjukkan kelompok ini telah aktif sejak tahun 2020 dengan target utama integrasi sistem perusahaan besar. Beberapa perusahaan teknologi raksasa seperti Microsoft, Cisco, AT\&T, dan Ticketmaster tercatat pernah menjadi korban serangan mereka.
Situasi ini menjadi perhatian serius karena Rockstar Games sedang dalam tahap persiapan peluncuran Grand Theft Auto 6 (GTA 6). Game yang sangat dinantikan oleh komunitas global tersebut dijadwalkan rilis secara resmi pada 19 November 2026 mendatang.
Kejadian ini menambah daftar panjang masalah keamanan siber yang dihadapi Rockstar setelah sebelumnya mengalami kebocoran video pengembangan pada tahun 2022. Saat ini, perusahaan terus memantau situasi untuk mencegah dampak lebih lanjut terhadap aset digital mereka.