Haka Auto, sebagai salah satu dealer resmi BYD di Indonesia, menargetkan kontribusi signifikan terhadap penjualan merek asal China tersebut. Perusahaan membidik 20-25% dari total penjualan BYD Indonesia pada tahun 2026.
Target ini sejalan dengan ambisi BYD untuk menggandakan penjualannya dari 50.000 menjadi 100.000 unit. CEO Haka Auto, Hariyadi Kaimuddin, menyatakan bahwa target ini realistis mengingat pertumbuhan bisnis BYD yang pesat.
Hariyadi menjelaskan pada Senin (2/3/2026) di Kuningan, Jakarta Selatan, bahwa Haka Auto harus selaras dengan target pertumbuhan BYD secara umum. “Secara umum kan BYD itu targetnya (2026) dobel ya, dari 50.000 ke 100.000. Jadi dobel ya, kalau kami tentu juga harus segaris, seperti itu,” kata Hariyadi.
Untuk mencapai target tersebut, Haka Auto berencana meningkatkan jumlah dealernya menjadi 30 unit pada tahun 2026. Ekspansi ini diharapkan dapat mendongkrak penjualan mobil listrik BYD secara keseluruhan. Kontribusi yang diharapkan dari Haka Auto adalah 20.000-25.000 unit jika BYD berhasil menjual 100.000 unit.
Berdasarkan data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) tahun 2025, penjualan BYD mencapai 44.342 unit, sementara Denza berhasil menjual 7.324 unit.
Saat ini, Haka Auto memiliki 20 dealer yang beroperasi. Perusahaan berencana menambah 10 dealer lagi pada kuartal kedua tahun 2026, sehingga total menjadi 30 dealer. Selanjutnya, Haka Auto berencana menambah 20 hingga 30 dealer lagi hingga akhir tahun.