Lewis Hamilton akan bergabung dengan Ferrari pada musim Formula 1 2026, sebuah langkah yang diharapkan dapat membawa dampak positif seperti yang pernah dilakukan Michael Schumacher. Seorang teknisi Formula 1 yang pernah bekerja dengan keduanya mengungkapkan perbedaan mendasar dalam pendekatan kerja mereka.
Jock Clear, yang pernah bekerja dengan Schumacher dan Hamilton, menyatakan bahwa kegagalan Hamilton di musim 2025 tidak bisa dilihat secara instan. Ia mengingatkan bahwa Schumacher membutuhkan waktu empat musim sebelum meraih gelar pertamanya bersama Ferrari.
"Saya selalu mengingatkan orang-orang bahwa ketika Michael Schumacher datang ke Ferrari, tim itu butuh lima tahun sebelum benar-benar memenangkan sesuatu," ujar Clear.
Clear juga membandingkan pendekatan kerja kedua pembalap tersebut dalam buku Simon Lazenby yang berjudul "Pressure". Menurutnya, Schumacher memastikan orang-orang di sekitarnya adalah sosok yang ia inginkan, sementara Hamilton lebih selektif dan fokus pada aspek tertentu yang bisa ia kendalikan.
"Michael memastikan kepala tim, direktur teknis, dan semua orang di sekitarnya adalah sosok yang ia inginkan. Lewis justru mengambil pendekatan yang berlawanan," kata Clear.
Clear menambahkan bahwa Schumacher menunjukkan pendekatan emosional yang lebih kuat, sementara Hamilton cenderung lebih dingin dan klinis. "Michael menggunakan emosinya untuk menggerakkan tim dari dalam kokpit. Lewis sepenuhnya fokus pada mengemudi dan mengelola semuanya dari dalam dirinya sendiri," ucap Clear.