Handi Irawan Djuwadi Dorong Ekonomi Digital Indonesia 2045

Handi Irawan Djuwadi dilantik menjadi anggota Dewan Pendidikan Nasional (DPN) periode 2026–2031, diharapkan mendorong ekonomi digital.

Handi Irawan Djuwadi resmi menjabat sebagai anggota Dewan Pendidikan Nasional (DPN) periode 2026–2031 di tengah cepatnya perkembangan ekonomi digital dan kecerdasan buatan. Abdul Mu'ti melantik Handi di Gedung Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Jakarta, pada 13 Maret 2026.

Bergabungnya Handi menandakan pemerintah mulai mengupayakan pendekatan lintas sektor dalam menjawab tantangan baru di dunia pendidikan, terutama mempersiapkan SDM yang sesuai dengan kebutuhan ekonomi digital.

Abdul Mu’ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, menekankan harapan agar Dewan Pendidikan Nasional dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam merumuskan kebijakan pendidikan yang adaptif. Hal ini selaras dengan agenda pembangunan SDM sebagai bagian dari visi pemerintahan Prabowo Subianto.

Tantangan pendidikan saat ini tidak hanya soal pemerataan akses, tetapi juga kesiapan menghadapi disrupsi teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), otomatisasi, dan transformasi model bisnis digital.

Sebagai CEO Frontier yang bergerak di bidang pemasaran, riset, dan teknologi, Handi Irawan membawa perspektif yang berbeda ke dalam ekosistem kebijakan pendidikan. Pengalamannya dalam membaca perubahan perilaku pasar dan tren teknologi dianggap relevan untuk menjembatani kebutuhan industri dengan sistem pendidikan.

Handi menekankan pentingnya transformasi pembelajaran agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi. Menurutnya, AI bukan hanya tantangan, tetapi juga peluang untuk meningkatkan kualitas pendidikan jika dimanfaatkan dengan tepat.

"Saya berharap, sebagai pelaku bisnis yang memiliki passion di bidang pendidikan, saya dapat memberikan masukan bagi kebijakan pendidikan Indonesia agar semakin berkualitas. Apalagi dengan tantangan global dan perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), proses pembelajaran harus semakin adaptif untuk mempersiapkan generasi emas Indonesia," ujarnya.

Selain aktif di Dewan Pendidikan Nasional, Handi juga berkiprah di berbagai lembaga pendidikan lain. Ia menjabat sebagai Ketua Umum Majelis Pendidikan Kristen (MPK) dan anggota Dewan Pendidikan Tinggi di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Keterlibatan ini memperkuat posisinya sebagai tokoh penghubung dunia pendidikan dan industri.

Kehadiran pelaku industri seperti Handi Irawan di DPN mencerminkan perlunya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi era ekonomi digital. Dunia pendidikan diharapkan tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga talenta yang siap beradaptasi dengan perubahan pesat di dunia kerja.

Tantangan terbesarnya adalah bagaimana kurikulum, metode pembelajaran, dan kebijakan pendidikan dapat mengikuti laju inovasi teknologi. Jika tidak ada langkah adaptif, kesenjangan antara kebutuhan industri dan kompetensi lulusan berpotensi semakin besar.

Dengan latar belakang di bisnis, riset, dan teknologi, kehadiran Handi Irawan Djuwadi di Dewan Pendidikan Nasional diharapkan dapat memperkaya perspektif kebijakan, khususnya dalam menjawab tantangan ekonomi digital dan memanfaatkan peluang yang ditawarkan oleh perkembangan AI.

Recommended