PSS Sleman Gagal Juara Usai Takluk dari Garudayaksa FC lewat Penalti

PSS Sleman menyabet status runner-up setelah kalah adu penalti 3-4 dari Garudayaksa FC pada final di Stadion Maguwoharjo, Sabtu (9/5/2026).

PSS Sleman harus puas menjadi runner-up turnamen setelah kalah dramatis dalam babak adu penalti melawan Garudayaksa FC di Stadion Maguwoharjo, Sleman, pada Sabtu (9/5/2026) malam.

Pertandingan final tersebut berakhir dengan skor 3-4 pada babak tos-tosan setelah kedua tim bermain imbang 2-2 hingga masa perpanjangan waktu selesai. Kekalahan ini menjadi antiklimaks bagi skuat Laskar Sembada yang sempat menunjukkan kebangkitan luar biasa selama waktu normal.

Dilansir dari Bola, Garudayaksa FC unggul lebih dulu melalui gol Alfin Faiz pada menit ke-23 dan eksekusi penalti Everton Nascimento di menit ke-36. PSS Sleman yang tertinggal dua gol baru bisa merespons pada babak kedua.

Penyerang asal Brasil, Gustavo Tocantins, menjadi tumpuan harapan tuan rumah dengan mencetak dua gol penyeimbang masing-masing pada menit ke-60 dan saat masa tambahan waktu menit ke-90+2. Brace tersebut memaksa laga berlanjut ke babak tambahan hingga adu penalti.

Nasib nahas menimpa Tocantins pada fase penentuan ketika tendangannya sebagai eksekutor terakhir ditepis oleh kiper Garudayaksa FC, Yoewanto Setya Beny. Meski gagal dalam penalti, Tocantins tetap dinobatkan sebagai pemain terbaik turnamen berkat torehan 24 gol dan 11 assist musim ini.

"Apresiasi buat seluruh pemain, tapi hasil tidak sesuai harapan. Yang namanya adu penalti itu sudah dianggap tinggal lucky-nya," kata Ansyari Lubis, pelatih PSS Sleman.

Ansyari juga memberikan pujian khusus kepada Tocantins yang dinilai tampil tanpa lelah sepanjang laga final dengan mobilitas tinggi dalam menyerang maupun bertahan. Sang pelatih kini menyerahkan nasib evaluasi tim serta masa depan kepelatihannya kepada pihak manajemen dan direktur teknis klub.

Recommended