Harga Bitcoin kembali bikin pelaku pasar kripto terhenyak pagi ini. Per Senin, 2 Februari 2026, nilai BTC ambruk tajam dan sempat jatuh di bawah level psikologis US$75.000. Dalam hitungan jam, kapitalisasi pasar menyusut dan gelombang likuidasi menyapu trader berleverage tinggi di berbagai bursa global.
Penurunan ini bukan sekadar koreksi kecil. Data menunjukkan tekanan jual datang bersamaan dengan tembusnya sejumlah level teknikal penting yang selama ini dianggap “zona aman”. Banyak trader yang bertaruh harga bakal bertahan di US$80.000 justru terpaksa keluar paksa.
Situasi tersebut membuat “Harga Bitcoin Hari ini 2 Februari 2026” jadi salah satu kata kunci yang paling dicari. Investor ritel sampai institusi sama-sama memantau: ini cuma panic selling sesaat atau awal fase bearish yang lebih panjang?
Harga Bitcoin Hari Ini 2 Februari 2026 Turun Hampir 5% dalam 24 Jam
Berdasarkan perdagangan pagi waktu Indonesia, harga Bitcoin tercatat di sekitar US$74.982 atau setara Rp1,26–1,29 miliar per koin (tergantung kurs).
Dalam 24 jam terakhir:
-
Turun sekitar 4,9%
-
Sempat menyentuh low US$74 ribuan
-
High harian di kisaran US$79–80 ribu
-
Kapitalisasi pasar sekitar Rp25 ribuan triliun
-
Volume transaksi harian melemah lebih dari 20%
Penurunan ini menandai level terendah Bitcoin dalam beberapa bulan terakhir, sekaligus mematahkan pola sideways yang sempat terbentuk di akhir Januari.
Tembus Level “Nilai Wajar”, Sinyal Tekanan Makin Berat
Analisis on-chain menunjukkan kondisi yang lebih mengkhawatirkan.
Data dari Glassnode mengindikasikan harga BTC kini turun di bawah indikator True Market Mean yang berada di sekitar US$80.500.
Level ini selama ini dianggap sebagai batas “nilai wajar” pasar.
Secara historis, ketika harga jatuh di bawah garis tersebut, pasar sering memasuki fase:
-
pelemahan menengah
-
distribusi aset
-
konsolidasi panjang
Artinya, bukan sekadar fluktuasi harian.
Selain itu, rata-rata harga beli investor jangka pendek (short-term holders) masih jauh di atas harga sekarang. Banyak posisi sedang berada dalam kondisi rugi belum terealisasi (unrealized loss). Kondisi seperti ini biasanya memicu:
-
panik jual
-
cut loss beruntun
-
tekanan tambahan di sisi supply
Likuidasi Massal Tembus US$2,5 Miliar
Long squeeze besar-besaran
Penurunan tajam ini memicu peristiwa yang disebut long squeeze.
Menurut data CoinGlass, total likuidasi pasar derivatif kripto mencapai sekitar US$2,5–2,6 miliar hanya dalam satu hari.
Rinciannya:
-
Posisi long (taruhan naik) terdampak paling besar
-
Nilainya sekitar US$2,4 miliar
-
Bitcoin sendiri menyumbang ratusan juta dolar kerugian
-
Ethereum bahkan lebih besar
Ini menandakan terlalu banyak trader menggunakan leverage tinggi di dekat level US$80.000. Begitu support jebol, likuidasi berantai langsung terjadi.
Efeknya seperti domino:
harga turun → posisi terlikuidasi → jual paksa → harga makin turun.
Pakar: Likuiditas Pembeli Mulai Habis
CEO CryptoQuant, Ki Young Ju, sebelumnya sempat menyinggung soal melemahnya arus modal baru ke pasar.
Ia menilai metrik Realized Cap cenderung mendatar. Artinya:
-
dana segar dari investor baru berkurang
-
institusi belum agresif masuk
-
reli besar makin sulit dipertahankan
Secara ringkas, pasar kehabisan “bahan bakar” untuk mendorong harga lebih tinggi.
Jika kondisi ini berlanjut, pasar berpotensi masuk fase:
-
konsolidasi panjang
-
pergerakan datar
-
atau pembentukan dasar harga baru (floor)
Kenapa Penurunan Hari Ini Penting Buat Investor?
1. Level psikologis jebol
US$80.000 sebelumnya jadi benteng kuat. Sekarang sudah ditembus.
2. Kerugian belum terealisasi membesar
Banyak holder jangka pendek nyangkut di harga atas.
3. Likuidasi ekstrem
Menunjukkan pasar terlalu spekulatif dan rentan guncangan.
4. Sentimen global belum solid
Belum ada katalis besar seperti ETF baru atau arus dana institusi masif.
Dengan kombinasi faktor tersebut, volatilitas beberapa hari ke depan diperkirakan tetap tinggi.
Dampak ke Investor Indonesia
Buat trader lokal, pelemahan ini terasa langsung karena:
-
harga dalam rupiah turun ratusan juta per BTC
-
altcoin ikut terkoreksi
-
margin dan futures makin berisiko
Banyak analis menyarankan pendekatan defensif:
-
kurangi leverage
-
hindari FOMO
-
fokus manajemen risiko
-
gunakan dana dingin
Pasar kripto dikenal ekstrem. Dalam hitungan jam bisa berubah drastis.
Apa yang Perlu Dipantau Selanjutnya?
Beberapa indikator kunci yang layak diawasi:
-
Apakah BTC mampu kembali di atas US$80.000
-
Volume beli institusional
-
Arus dana ETF kripto global
-
Data on-chain akumulasi whale
-
Sentimen makro seperti suku bunga AS dan dolar
Jika support baru terbentuk dan pembeli kembali masuk, rebound teknikal mungkin terjadi. Namun bila tekanan jual berlanjut, fase koreksi bisa lebih panjang.
Sumber : Pintu.co.id