IHSG Parkir di Level 7.057 Seiring Lonjakan Pertumbuhan Ekonomi RI

IHSG ditutup menguat 1,22 persen ke level 7.057,11 pada Selasa (5/5/2026) didorong data pertumbuhan ekonomi nasional yang melampaui ekspektasi pasar.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat signifikan sebesar 1,22 persen ke posisi 7.057,11 pada perdagangan Selasa (5/5/2026). Kenaikan ini dipicu oleh sentimen positif domestik terkait rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai angka 5,61 persen pada kuartal I-2026.

Melansir data dari Detik Finance, penguatan indeks didominasi oleh lonjakan saham BRPT yang melesat 24,66 persen dan TPIA sebesar 19,70 persen. Saham perbankan besar seperti BBRI turut memberikan kontribusi positif dengan kenaikan 3,62 persen di tengah tren penguatan pasar.

Meskipun indeks menguat, investor asing mencatatkan aksi jual bersih atau net sell senilai Rp317,94 miliar di pasar reguler. Secara keseluruhan, aliran modal asing yang keluar dari pasar saham Indonesia pada hari tersebut mencapai angka Rp518,39 miliar.

Data pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,61 persen secara tahunan melampaui estimasi konsensus pasar yang sebelumnya dipatok pada angka 5,40 persen. Capaian ini merupakan pertumbuhan tertinggi bagi ekonomi nasional sejak periode kuartal III-2022 yang lalu.

Dari sisi sektoral, tujuh dari sebelas sektor di bursa berakhir di zona hijau dengan sektor industri dasar memimpin penguatan sebesar 2,86 persen. Sebaliknya, sektor kesehatan mengalami tekanan paling dalam dengan penurunan mencapai 1,52 persen pada penutupan perdagangan.

Di pasar global, bursa Amerika Serikat terpantau bergerak searah dengan Wall Street yang ditutup menguat. Indeks Dow Jones naik 0,73 persen ke level 49.298, sementara Nasdaq menguat 1,03 persen ke posisi 25.326 seiring optimisme investor global.

Beberapa emiten juga melaporkan kinerja dan rencana strategis, termasuk PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) yang membukukan laba bersih Rp662,64 miliar. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 409,76 persen secara tahunan pada kuartal I-2026 berkat kenaikan penjualan lahan komersial.

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) turut mengumumkan rencana peningkatan kapasitas menjadi 1,8 GW pada tahun 2033. Perusahaan pelat merah ini menjadwalkan operasional proyek Hululais Unit 1 dan 2 pada 2028 dengan total nilai investasi sebesar US$449 juta.

Sementara itu, PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) melakukan aksi korporasi dengan mengakuisisi bisnis International Wealth and Premier Banking milik HSBC Indonesia. Langkah strategis ini mencakup pengalihan dana kelolaan senilai Rp89,80 triliun dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada kuartal II-2027.

Recommended