Harga Emas Dunia Melemah di Tengah Konflik AS-Iran 14 Maret 2026

Harga emas dunia melemah di tengah perang AS dan Israel melawan Iran, diperdagangkan antara US$ 5.050 - US$ 5.200 per troy ons pada 14 Maret…

Harga emas global mengalami penurunan memasuki minggu kedua konflik antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran, yang dimulai sejak Sabtu, 28 Februari 2026.

Sempat melonjak ke US$ 5.423 per troy ons saat agresi awal AS dan Israel terhadap Iran, harga emas terdorong naik karena investor mencari aset yang aman.

Namun, aksi jual oleh investor menyebabkan penurunan harga lebih dari 6%. Saat ini, harga emas spot diperdagangkan antara US$ 5.050 dan US$ 5.200 per troy ons seiring dengan eskalasi konflik di Timur Tengah.

Harga emas spot terakhir tercatat pada US$ 5.175 per troy ons, yang mengindikasikan kurangnya momentum kenaikan harga.

Kondisi ini diperkuat oleh peningkatan nilai tukar dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah. Kekhawatiran tentang kenaikan inflasi dan suku bunga juga mempengaruhi sentimen investor terhadap emas.

Suku bunga yang lebih tinggi cenderung membuat aset yang menghasilkan imbal hasil, seperti obligasi pemerintah, lebih menarik dibandingkan logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil.

"Pergerakan harga emas dan perak saat ini tampak lesu, tetapi mungkin itu perasaan yang wajar setelah beberapa pergerakan epik selama beberapa bulan terakhir," kata CEO Metals Daily, Ross Norman, dikutip dari CNBC, Sabtu (14/3/2026).

Norman menambahkan bahwa investor institusional enggan memegang emas batangan karena volatilitas yang tinggi. Selain itu, banyak investor yang panik menjual emas akibat penurunan harga di pasar spot.

Recommended