CEO Take-Two Interactive, Strauss Zelnick, memberikan tanggapan resmi terkait spekulasi harga jual Grand Theft Auto (GTA) 6 yang dikabarkan melonjak tinggi pada Minggu (3/5/2026). Zelnick mengisyaratkan bahwa nilai jual permainan tersebut akan tetap berada pada batasan wajar bagi konsumen.
Dilansir dari Detik iNET, Zelnick menekankan pentingnya keselarasan antara nilai produk dengan biaya yang dikeluarkan oleh pemain. Ia berpendapat bahwa produsen memiliki tanggung jawab untuk memberikan harga yang jauh lebih rendah dibandingkan nilai pengalaman yang didapatkan pengguna.
"Konsumen membayar untuk nilai yang Anda berikan kepada mereka, dan tugas kita adalah mengenakan harga yang jauh, jauh, jauh lebih rendah untuk nilai yang diberikan," kata Zelnick, CEO Take-Two Interactive. Pernyataan ini bertujuan meredam kekhawatiran publik mengenai potensi kenaikan harga drastis.
Zelnick membandingkan tren harga industri gim dengan tingkat inflasi global selama sepuluh tahun terakhir. Meskipun standar harga gim AAA meningkat dari USD 60 menjadi USD 70, ia menilai kenaikan tersebut sebenarnya masih tergolong murah jika ditinjau dari sudut pandang ekonomi makro.
Fokus utama pengembang saat ini adalah kualitas konten dibandingkan proyeksi keuntungan semata. Zelnick menyatakan bahwa timnya sedang berupaya menciptakan karya hiburan paling spektakuler dalam sejarah untuk melayani pelanggan dengan standar terbaik.
Mengenai jadwal rilis, GTA 6 tercatat telah mengalami beberapa kali pergeseran waktu peluncuran dari rencana awal pada Mei 2025. Berdasarkan informasi terbaru, jadwal peluncuran resmi gim besutan Rockstar Games ini ditetapkan pada 19 November 2026.
Zelnick memastikan bahwa proses pengembangan saat ini berjalan sesuai rencana untuk mengejar target akhir tahun tersebut. Ia juga menjanjikan bahwa informasi tambahan mengenai detail permainan akan segera dibagikan kepada publik dalam waktu dekat.