Menjalani Ramadan jauh dari keluarga bukan hal mudah bagi gelandang asing Madura United, Kerim Palic. Ini menjadi Ramadan kedua baginya di Indonesia, namun ia merasakan kenyamanan beribadah di tengah masyarakat Madura.
Kerim Palic mengungkapkan kekagumannya atas sambutan masyarakat Madura terhadap bulan suci Ramadan. Atmosfer religi yang kuat membuat pemain asal Bosnia & Herzegovina ini tidak merasa sendirian.
"Ramadan di Indonesia memiliki atmosfer spesial, sejujurnya di Madura juga. Kamu bisa melihat banyak orang dengan solidaritasnya dan menjalaninya dengan penuh semangat," ucap Kerim.
Aura spesial ini sedikit mengobati rasa rindunya pada kampung halaman.
"Ini bagus untukku karena saya jauh dari rumah di bulan spesial ini. Melihat hal itu membuatku sangat senang," tambahnya.
Kerim Palic menjaga energinya agar tetap maksimal di lapangan selama Ramadan dengan mengonsumsi makanan berprotein tinggi. Ia juga tidak bisa lepas dari kopi.
"Saya sejujurnya juga minum kopi. Kalau tidak meminumnya, saya bisa sakit kepala. Untuk buka puasa tidak ada menu spesifik. Tetapi istriku membuatkanku pie," jelasnya.
Kerinduan Tradisi Ramadan di Kampung Halaman
Meski nyaman di Madura, Kerim mengaku merindukan momen kebersamaan dengan keluarga dan teman-temannya, terutama rutinitas setelah tarawih.
"Biasanya berpuasa dan berbuka bersama keluarga dan teman, lalu pergi ke masjid. Setelah itu, biasanya kami pergi ke kedai kopi di kota yang buka sampai waktu sahur. Saya sangat merindukan momen itu," kenang Kerim.