Harga Minyak Dunia Melonjak Akibat Konflik Iran-AS 16 Maret 2026

Harga minyak mentah Brent naik 1,8% menjadi USD 104,98 per barel pada 16 Maret 2026, dipicu konflik antara AS dan Iran.

Klaim Amerika Serikat atas serangan terhadap pusat minyak Pulau Kharg di Iran memicu lonjakan harga minyak. Donald Trump menyerukan bantuan sekutu untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Pada awal perdagangan Senin, harga minyak mentah Brent, sebagai patokan internasional, meningkat 1,8% menjadi USD 104,98 per barel (Rp 1,7 juta). Kekerasan yang terjadi di Timur Tengah selama akhir pekan memperburuk kekhawatiran terkait konflik dan dampaknya pada pasar energi global.

Presiden AS mengklaim pada hari Sabtu bahwa serangan tersebut telah menghancurkan sebagian besar Pulau Kharg. Trump mengatakan kepada NBC News bahwa militer AS mungkin akan menyerang lokasi itu "beberapa kali lagi hanya untuk bersenang-senang".

Sebelumnya, Trump menyampaikan di media sosial bahwa serangan terhadap infrastruktur minyak dan energi di pulau itu dihindari atas dasar kesopanan, dan hanya target militer yang diserang.

"Senjata kita adalah yang paling ampuh dan canggih yang pernah dikenal dunia, tetapi, karena alasan kesopanan, saya memilih untuk TIDAK menghancurkan infrastruktur minyak di pulau itu," ucapnya dua hari lalu.

Pulau Kharg, dengan luas 22 km persegi, merupakan pusat pengolahan utama bagi Iran, tempat 90% ekspor minyak negara itu biasanya mengalir, seperti dikutip detikINET dari The Guardian, Senin (16/3/2026).

Selat Hormuz, jalur air vital yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak internasional, hampir sepenuhnya ditutup sejak awal krisis.

Trump mengklaim bahwa banyak negara akan mengirim kapal untuk membantu membuka kembali selat tersebut. Meskipun tidak menyebutkan negara secara spesifik, ia secara terbuka mendesak sekutu AS seperti Prancis, Jepang, Korea Selatan, dan Inggris untuk bergabung dalam "tim" untuk melindungi kapal yang melewati selat itu dari serangan Iran.

Kementerian Luar Negeri Korea Selatan menyatakan sedang menjajaki berbagai langkah untuk mengamankan jalur transportasi energi. Sementara itu, menteri-menteri Inggris tengah menyusun rencana pengiriman drone penyapu ranjau ke selat tersebut, di tengah kekhawatiran bahwa memenuhi permintaan Trump untuk mengirim kapal dapat memperburuk krisis.

Harga minyak menembus angka USD 100 per barel pada pekan lalu, pertama kalinya sejak invasi Rusia ke Ukraina empat tahun silam. Biaya bahan bakar yang terus meningkat di seluruh dunia memicu frustrasi dalam beberapa hari terakhir.

Trump mencoba meremehkan risiko harga bahan bakar yang akan tetap tinggi dalam jangka panjang. "Saya pikir harganya akan lebih rendah dari sebelumnya," katanya kepada NBC.

"Ada begitu banyak minyak, gas. Ada begitu banyak di luar sana tapi Anda tahu, itu sedikit tersumbat. Itu akan segera teratasi," akunya.

Negara-negara di seluruh Asia berupaya keras mengatasi krisis energi, mulai dari subsidi bahan bakar di Thailand hingga penjatahan di Bangladesh.

Recommended