Harga perak dari PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami penurunan signifikan pada hari ini, selaras dengan koreksi harga emas dan perak di pasar global. Dinamika pasar dan sentimen geopolitik yang bergejolak terus mempengaruhi fluktuasi harga logam mulia.
Dilansir dari Selaras, pada perdagangan Kamis, 9 April 2026, harga perak Antam merosot Rp1.400 per gram menjadi Rp47.050, setelah sehari sebelumnya sempat berada di level Rp48.450.
Koreksi harga perak Antam ini terjadi setelah pergerakan harga yang tajam di sesi sebelumnya. Investor saat ini memperhitungkan gencatan senjata yang masih rapuh di Timur Tengah serta ketidakpastian terkait Selat Hormuz.
Harga perak dunia tercatat di level USD73,5 per ounce, turun 0,29% menjadi USD73,90. Kondisi ini menunjukkan bahwa faktor geopolitik dan pasokan energi global terus memberikan tekanan pada logam mulia. Situasi ini juga menuntut kehati-hatian investor dalam menyusun strategi.
Produk Perak Antam dan Pilihan Investasi Fleksibel
Antam menawarkan beragam produk perak yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan investor, termasuk silver bar dengan berat 250 gram dan 500 gram, serta perak butiran murni 99,95%.
Silver bar 250 gram dibanderol seharga Rp12.287.500, sementara silver bar 500 gram dijual seharga Rp23.650.000. Produk-produk ini memberikan fleksibilitas bagi investor untuk menyesuaikan investasi mereka dengan kapasitas modal dan tujuan diversifikasi portofolio.
Selain itu, perak juga menjadi alternatif investasi menarik sebagai instrumen lindung nilai terhadap inflasi. Perak, meskipun memiliki volatilitas lebih tinggi dibandingkan emas, menawarkan potensi keuntungan yang berbeda dan memerlukan pemahaman pasar yang matang.
Korelasi Kuat Antara Emas dan Perak Antam
Harga emas dunia juga turut berfluktuasi akibat gencatan senjata AS-Iran yang rapuh. Emas spot terpantau naik 1,6% menjadi USD4.779,19 per ounce, sedangkan kontrak berjangka AS untuk pengiriman Juni meningkat 2,6% menjadi USD4.805,90.
Harga emas Antam sendiri turun Rp50.000 per gram menjadi Rp2,85 juta. Penurunan ini memperlihatkan adanya korelasi kuat antara perak dan emas di pasar logam mulia.
Fluktuasi harga emas sangat mempengaruhi keputusan investor perak. Penurunan harga sementara dapat menjadi kesempatan untuk membeli logam mulia dengan harga lebih rendah. Di sisi lain, kenaikan harga emas global berpotensi mendorong perak kembali menguat, menambah daya tarik aset ini sebagai diversifikasi.
Faktor Geopolitik dan Dampak pada Logam Mulia
Pengumuman gencatan senjata antara AS dan Iran, yang dimediasi Pakistan, sempat menangguhkan konflik di Timur Tengah. Namun, pelanggaran ketentuan gencatan senjata dan serangan di Lebanon kembali memicu ketidakpastian pasar.
Lalu lintas kapal tanker minyak sempat terhenti, yang berdampak pada harga energi dan logam mulia secara global. Sementara itu, dolar AS dan imbal hasil obligasi mengalami kenaikan tipis, menjaga tekanan penurunan pada logam mulia.
Investor saat ini mencermati dinamika pasar energi dan kebijakan suku bunga Federal Reserve, sehingga harga perak dan emas tetap sangat sensitif terhadap berita geopolitik.
Strategi Investasi Perak di Tengah Fluktuasi Pasar
Untuk investor, disarankan untuk memantau pergerakan harga emas sebelum memutuskan untuk membeli perak, mengingat korelasi tinggi antara keduanya. Membeli perak saat harganya turun menjadi strategi populer untuk diversifikasi dan lindung nilai.
Perak juga dapat dimanfaatkan sebagai instrumen hedging terhadap fluktuasi ekonomi global. Dengan memahami hubungan antara harga emas dan perak, serta pengaruh geopolitik dan energi, investor dapat membuat keputusan yang lebih tepat.
Pemantauan harga secara rutin memungkinkan strategi investasi yang lebih terukur, memaksimalkan potensi keuntungan sekaligus meminimalkan risiko di tengah ketidakpastian global yang terus berlangsung.