Kapan Hari Perempuan diperingati menjadi pertanyaan yang sering muncul menjelang bulan Maret. Berbagai kegiatan dipersiapkan oleh komunitas dan organisasi untuk merayakan pencapaian perempuan di seluruh dunia.
Hari Perempuan Internasional atau International Women’s Day (IWD) diperingati setiap tanggal 8 Maret. Peringatan ini menjadi momentum global untuk merayakan pencapaian sosial, ekonomi, budaya, dan politik perempuan, sekaligus menjadi seruan nyata untuk mempercepat kesetaraan gender. IWD telah berlangsung lebih dari satu abad dan terus tumbuh sebagai gerakan inklusif yang menjadi milik semua orang, tanpa batas negara maupun organisasi.
Tanggal 8 Maret ditetapkan sebagai tanggal tetap peringatan IWD setiap tahunnya. Penetapan ini bermula dari diskusi panjang para aktivis perempuan dunia. Perempuan Rusia pertama kali merayakan IWD pada 23 Februari 1913 berdasarkan kalender Julian, yang jika dikonversi ke kalender Gregorian jatuh pada 8 Maret.
Sejak saat itu, tanggal 8 Maret disepakati sebagai hari peringatan tetap Hari Perempuan Internasional hingga kini. Setiap tanggal tersebut, berbagai negara menggelar aksi, konferensi, hingga kegiatan apresiasi.
Peringatan IWD telah dimulai sejak awal 1900-an, di tengah era industrialisasi yang ditandai dengan pertumbuhan penduduk dan munculnya berbagai ideologi baru. Ketidaksetaraan dan penindasan terhadap perempuan kala itu mendorong banyak wanita untuk menyuarakan tuntutan mereka.
Pada tahun 1908, sekitar 15.000 perempuan turun ke jalan di New York City menuntut jam kerja lebih pendek, upah lebih layak, dan hak untuk memilih. Setahun kemudian, Partai Sosialis Amerika menetapkan peringatan Hari Perempuan Nasional pertama yang dirayakan pada 28 Februari di seluruh Amerika Serikat. Gagasan menjadikannya peringatan internasional kemudian lahir pada 1910, saat Konferensi Internasional Perempuan Pekerja ke-2 digelar di Kopenhagen.
Tokoh bernama Clara Zetkin dari Jerman mengusulkan agar setiap negara merayakan hari khusus perempuan pada tanggal yang sama tiap tahunnya. Usulan itu disambut oleh lebih dari 100 perempuan dari 17 negara, dan dari sinilah IWD resmi lahir sebagai peringatan global.
IWD pertama kali dirayakan resmi pada 19 Maret 1911 di Austria, Denmark, Jerman, dan Swiss, dihadiri lebih dari satu juta orang. Pengakuan resmi dari dunia internasional datang pada 1975, ketika PBB untuk pertama kalinya turut memperingati IWD. Dua tahun kemudian, Majelis Umum PBB mengesahkan resolusi yang menetapkan 8 Maret sebagai Hari PBB untuk Hak-Hak Perempuan dan Perdamaian Internasional.
Tema Hari Perempuan Internasional 2026
Pada 2026, IWD mengusung tema ‘Give To Gain’ atau memberi untuk mendapatkan. Tema ini mendorong semangat kemurahan hati dan kolaborasi sebagai kunci mewujudkan kesetaraan gender.
Pesannya sederhana, namun memiliki makna mendalam. Ketika individu, organisasi, maupun komunitas memberikan dukungan tulus, peluang dan kesempatan bagi perempuan akan semakin terbuka. Dukungan tersebut dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, mulai dari donasi, berbagi pengetahuan, memberikan visibilitas, advokasi, mentoring, pelatihan hingga meluangkan waktu untuk mendukung kemajuan perempuan dan anak perempuan.
Tahun 2026 menandai peringatan IWD yang ke-115, yang membuktikan semangat perjuangan kesetaraan gender adalah gerakan yang tak pernah padam.
Di sebagian negara seperti Rusia, Ukraina, dan beberapa negara lainnya, 8 Maret memang menjadi hari libur resmi. Namun, di Indonesia, tanggal ini bukan termasuk hari libur nasional. Meski begitu, berbagai kegiatan peringatan tetap digelar oleh komunitas, organisasi, hingga perusahaan.
8 Maret bukan sekadar tanggal biasa di kalender, melainkan ada sejarah perjuangan dan semangat jutaan perempuan di seluruh dunia yang terus berjuang demi kesetaraan.