Bek Manchester United (MU), Harry Maguire, kembali menjadi sorotan. Pengadilan di Yunani mempertahankan vonis bersalah terkait kasus penyerangan dan dugaan suap yang terjadi pada tahun 2020. Namun, Maguire menolak untuk membayar denda tersebut.
Awalnya, pada tahun 2020, Maguire dijatuhi hukuman 21 bulan penjara dengan masa percobaan. Dalam putusan terbaru, hukuman tersebut diubah menjadi 15 bulan 20 hari dengan tambahan denda sebesar 1.500 euro.
Maguire membantah melakukan kesalahan dan berencana mengajukan banding terhadap keputusan tersebut.
Menurut laporan media Inggris, The Sun, Maguire ditawari oleh petugas yang menyamar bahwa insiden tersebut bisa "menghilang" jika ia membayar 50.000 pound. Maguire menolak tawaran itu dan memilih menghadapi konsekuensi hukum.
Maguire disebut siap dinyatakan bersalah daripada harus membayar suap. Kebenaran dari kejadian ini akan terungkap dalam film dokumenter yang sedang dipersiapkan.
Peristiwa itu terjadi saat Maguire berlibur di Mykonos bersama keluarga dan teman-temannya setelah musim Premier League 2019/2020 berakhir.
Rombongan tersebut terdiri dari istrinya, Fern Maguire, saudara perempuannya, Daisy, saudara laki-lakinya, Joe, serta beberapa teman lainnya.
Saat mereka sedang menunggu taksi, dua pria mendekati Daisy dan mencoba berbicara dengannya. Maguire mengklaim bahwa kedua pria tersebut menyuntikkan zat yang tidak diketahui kepada Daisy hingga membuatnya beberapa kali kehilangan kesadaran. Maguire mengaku berusaha membawa saudara perempuannya ke rumah sakit.
Namun, mereka justru diarahkan ke kantor polisi, di mana Maguire mengklaim dipukul di bagian kaki oleh petugas berseragam yang mengatakan bahwa karier sepak bolanya sudah berakhir.
Seorang petugas polisi kemudian menuduh Maguire dan Joe mencoba menyuap aparat. Maguire membantah tuduhan itu. Ia sempat menghabiskan dua malam di sel tahanan sebelum menjalani persidangan.
Pengadilan menyatakan Maguire bersalah atas sejumlah tuduhan, termasuk menyebabkan cedera fisik berulang, percobaan suap, kekerasan terhadap petugas publik, dan perilaku menghina.
Saudara Maguire, Joe, dan seorang teman bernama Christopher Sharman, juga dinyatakan bersalah.
Dalam perkembangan terbaru, Joe telah dibebaskan dari tuduhan percobaan suap meskipun dakwaan penyerangan berat dan penghinaan terhadap polisi tetap dipertahankan.
Beberapa jam setelah vonis tersebut diumumkan, Maguire tetap tampil penuh selama 90 menit bersama MU dalam pertandingan melawan Newcastle United.