Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) mendesak pemerintah untuk memangkas berbagai hambatan yang kerap muncul dalam proses investasi. Langkah ini dianggap krusial untuk menarik investasi asing di tengah ketidakpastian global yang dipicu oleh konflik di Timur Tengah, sebagaimana dilansir dari Detik Finance.
Ketua Umum HKI, Akhmad Maruf Maulana, menekankan pentingnya menjaga iklim investasi yang kondusif. Menurutnya, semua pihak harus memastikan tidak ada praktik yang menghambat aliran investasi. Ia juga menyoroti adanya sejumlah aspek dalam proses investasi yang memerlukan perbaikan bersama guna mempertahankan kepercayaan dan persepsi positif dari para investor.
Maulana menambahkan, Indonesia perlu mengubah cara pandang dalam menghadapi dinamika global dengan bersikap lebih proaktif dan adaptif. Ia melihat kondisi geopolitik saat ini sebagai peluang untuk berbenah sekaligus mempercepat upaya menarik investasi dari seluruh dunia.
“Kuncinya adalah kecepatan eksekusi, kepastian regulasi, dan keberanian membereskan hambatan di lapangan, khususnya di daerah,” ujarnya pada Minggu (5/4/2026).
HKI menyatakan apresiasi dan dukungan penuh terhadap inisiatif Presiden Prabowo Subianto yang membentuk Satuan Tugas (Satgas) De-Bottlenecking. Satgas ini dibentuk dengan tujuan utama menghilangkan berbagai kendala investasi di Indonesia.
Pembentukan Satgas tersebut dianggap sebagai terobosan penting yang dapat mengakselerasi realisasi investasi nasional. Ini juga diharapkan menjadi jawaban atas beragam masalah yang selama ini dihadapi pelaku usaha, mulai dari keterlambatan administrasi hingga praktik yang merugikan investor.
Menurut pandangan HKI, kehadiran Satgas De-Bottlenecking akan berfungsi sebagai katalis untuk menciptakan ekosistem investasi yang lebih efisien, transparan, dan kompetitif. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan daya tarik Indonesia di mata para investor global.
Di tengah perubahan geopolitik dunia, termasuk konflik di Timur Tengah dan meningkatnya ketidakpastian ekonomi, HKI menilai bahwa situasi ini harus dimanfaatkan secara strategis. Kondisi tersebut bisa menjadi peluang untuk menarik relokasi industri global sekaligus momentum bagi Indonesia untuk melakukan perbaikan menyeluruh.
HKI menggarisbawahi bahwa banyak perusahaan internasional sedang dalam proses diversifikasi rantai pasok. Indonesia harus sigap menangkap kesempatan ini dengan menjamin kesiapan kawasan industri yang kompetitif. Dukungan infrastruktur memadai, kepastian regulasi, serta proses perizinan yang cepat dan efisien sangat diperlukan. Selain itu, momen ini juga harus digunakan untuk reformasi struktural, khususnya dalam mengatasi hambatan investasi di tingkat daerah.