Pada tanggal 1 April, informasi yang tidak benar seringkali tersebar luas karena fenomena April Mop atau April Fools. Banyak orang terjebak dalam kabar palsu seputar sains yang kemudian terbukti sebagai hoaks. Di masa lalu, verifikasi informasi tidak semudah sekarang dengan adanya teknologi seperti ChatGPT atau chatbot AI, sehingga tidak mengherankan jika banyak yang percaya pada lelucon April Mop.
Beberapa informasi palsu ini sempat menjadi viral dan dipercaya oleh sebagian masyarakat yang kurang waspada terhadap konteks April Fools. Berikut adalah lima hoaks sains yang pernah menggegerkan publik, seperti dikutip dari Detik iNET yang melansir Live Science.
Pada pagi hari tanggal 1 April 1976, astronom BBC Radio 2, Patrick Moore, mengumumkan sebuah peristiwa astronomi langka. Moore mengklaim bahwa pada pukul 09.47, Pluto akan melewati tepat di belakang Jupiter, menyebabkan kesejajaran gravitasi yang akan saling menetralkan. Ia menjelaskan bahwa fenomena ini akan mengurangi tarikan gravitasi Bumi.
Moore memberitahukan pendengarnya bahwa jika mereka melompat ke udara tepat pada saat kesejajaran planet ini, mereka akan merasakan sensasi melayang yang aneh. Menariknya, pada pukul 09.48, saluran BBC 2 dibanjiri telepon dari pendengar yang menceritakan pengalaman singkat mereka mengapung. Respons ini diduga kuat akibat sugesti, sebab apa yang disampaikan Moore hanyalah lelucon.
Kabar Penguin Terbang dari Antartika
Pada 1 April 2008, BBC menayangkan sebuah rekaman yang diklaim sebagai koloni penguin terbang, ditemukan di Pulau King George dekat Antartika. Dalam 'film dokumenter parodi' tersebut, mantan bintang Monty Python, Terry Jones, bertindak sebagai pemandu yang menyerupai David Attenborough. Jones mengungkapkan pengalaman penemuannya.
"Kami telah mengamati penguin dan merekamnya selama berhari-hari, tanpa sedikit pun petunjuk tentang apa yang akan terjadi," kata Jones. Ia menambahkan, "Tetapi kemudian cuaca berubah menjadi buruk. Itu cukup menakjubkan. Alih-alih berkumpul untuk melindungi diri dari dingin, mereka melakukan sesuatu yang sama sekali tidak terduga, yang tidak dapat dilakukan oleh penguin lain." Meskipun penguin secara fisik tidak dapat terbang, cara berenang mereka memiliki kemiripan dengan mekanisme terbang burung.
Teknologi Pengetikan Telepati
Edisi April 1999 dari majalah Red Herring, sebuah publikasi teknologi/bisnis yang populer kala itu, memuat artikel tentang teknologi revolusioner. Artikel tersebut mengklaim adanya teknologi yang memungkinkan pengguna menyusun dan mengirim pesan email hingga 240 karakter secara telepati. Perkembangan ini dikaitkan dengan seorang jenius komputer bernama Yuri Maldini.
Maldini disebut menciptakan teknologi ini sebagai turunan dari sistem komunikasi terenkripsi yang dikembangkan untuk Angkatan Darat AS selama Perang Teluk. Artikel bahkan menggambarkan insiden di mana Maldini menjawab pertanyaan pewawancara secara telepati melalui email. Akibatnya, Red Herring menerima banyak surat dari pembaca yang tertipu oleh kabar tersebut.
Penemuan Dinosaurus Terbang Smaugia Volans
Pada tahun 1998, edisi daring Nature menerbitkan lelucon April Mop yang membahas perdebatan mengenai asal-usul burung. Artikel itu merujuk pada penemuan 'kerangka dinosaurus theropoda (mirip T. rex) yang hampir lengkap di North Dakota. Dinosaurus tersebut, yang dijuluki Smaugia volans, diyakini oleh para paleontolog mungkin pernah terbang.
Kerangka tersebut, yang meliputi tulang rusuk dan leher dengan tanda-tanda sering terpapar api, konon ditemukan oleh Randy Sepulchrave dari Museum University of Southern North Dakota. Kebohongan ini cukup jelas karena University of Southern North Dakota tidak ada. Dua petunjuk lain yang lebih tersamar adalah nama 'Smaug' yang merupakan naga dalam 'The Hobbit' karya JRR Tolkien, dan 'Sepulchrave' adalah nama Earl of Groan ke-76 dalam Titus Groan karya Mervyn Peake, yang percaya dirinya burung hantu dan melompat bunuh diri.
Partikel Fundamental Baru: Bigon
Pada April 1996, Majalah Discover melaporkan bahwa fisikawan telah menemukan partikel fundamental materi baru yang diberi nama bigon. Seperti partikel baru lainnya, bigon dikatakan muncul dan menghilang dalam sepersejuta detik, namun berbeda karena ukurannya sebesar bola bowling. Fisikawan Albert Manque dan rekan-rekannya di Centre de l'Étude des Choses Assez Minuscules di Paris, sebuah lembaga fiktif, konon menemukan partikel ini secara tidak sengaja.