PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) menyatakan ketidaktertarikannya untuk masuk ke segmen mobil murah seharga Rp200 jutaan di Jakarta pada Jumat, 17 April 2026. Keputusan ini diambil meskipun pasar otomotif nasional mulai dipadati oleh berbagai model baru dengan harga terjangkau di bawah Rp250 juta.
Chief Operating Officer HMID, Fransiscus Soerjopranoto, mengungkapkan bahwa perusahaan saat ini lebih memilih untuk fokus pada segmen harga Rp400 juta hingga Rp600 juta. Dilansir dari Medcom, segmen tersebut dinilai lebih memungkinkan bagi Hyundai untuk memberikan nilai tambah berupa teknologi canggih dan fitur yang kompetitif.
Menurut Fransiscus, pemilihan waktu atau momentum menjadi faktor krusial dalam menentukan strategi pasar di Indonesia. Ia menilai risiko masuk ke segmen mobil murah saat ini tergolong besar karena persaingan yang sudah sangat padat oleh produsen lain.
"Bukan berarti kami tidak mau masuk. Tapi kami melihat timing itu penting. Kalau masuk sekarang, di segmen yang sudah sangat padat, risikonya besar," kata Fransiscus Soerjopranoto, COO PT Hyundai Motors Indonesia (HMID).
Hyundai menegaskan bahwa positioning merek mereka saat ini lebih mengutamakan pengalaman berkendara dengan standar layanan tinggi daripada sekadar mengejar volume penjualan. Langkah ini diambil untuk menjaga kualitas brand serta menjamin profitabilitas bagi jaringan dealer resmi mereka.
Meskipun menolak masuk ke pasar murah untuk saat ini, pihak Hyundai tetap membuka peluang di masa depan jika kondisi pasar otomotif sudah berkembang lebih sehat. Perusahaan asal Korea Selatan ini masih memantau perkembangan industri sebelum mempertimbangkan ekspansi ke segmen harga yang lebih rendah.
Sebagai gantinya, Hyundai memperkuat daya saing melalui layanan purnajual dengan meluncurkan Hyundai Premium Courtesy Car Program. Program ini menyediakan mobil pengganti bagi pelanggan yang kendaraannya sedang menginap di bengkel resmi untuk proses perbaikan agar aktivitas harian mereka tidak terganggu.