Hyundai Hentikan Penjualan Palisade di Amerika Buntut Insiden Fatal

Hyundai stop penjualan Palisade 2026 di AS dan Kanada setelah insiden fatal pada anak. 68.500 unit akan ditarik akibat masalah kursi elektrik.

Hyundai Motor Company secara resmi menghentikan sementara penjualan SUV Palisade model tahun 2026 varian Limited dan Calligraphy di Amerika Serikat serta Kanada mulai April 2026. Kebijakan ini diambil menyusul adanya laporan insiden fatal yang melibatkan sistem pelipatan kursi otomatis di negara bagian Ohio.

Dilansir dari Medcom, keputusan penghentian penjualan (stop-sale) ini dipicu oleh kecelakaan pada 7 Maret yang mengakibatkan seorang anak perempuan berusia dua tahun meninggal dunia. Korban dilaporkan terjepit saat fungsi pelipatan kursi elektrik pada baris kedua diaktifkan di dalam kendaraan tersebut.

Hasil investigasi awal menunjukkan adanya potensi kegagalan pada sistem kursi elektrik baris kedua dan ketiga yang tidak memberikan perlindungan memadai saat mendeteksi objek. Risiko serupa juga ditemukan pada fitur peluncuran satu sentuhan (one-touch tilt-and-slide) yang digunakan untuk akses ke kursi baris belakang.

Pihak Hyundai kini tengah mempersiapkan program penarikan kembali atau recall yang mencakup sekitar 68.500 unit kendaraan. Sebaran unit terdampak meliputi 60.515 unit di wilayah Amerika Serikat dan 7.967 unit di Kanada untuk memastikan keselamatan pengguna di kawasan Amerika Utara.

Produsen otomotif asal Korea Selatan ini mengimbau para pemilik Palisade 2026 untuk tidak mengoperasikan fungsi pelipatan kursi otomatis jika terdapat penumpang atau benda di area tersebut. Dealer juga diinstruksikan untuk menyediakan kendaraan pengganti sementara bagi pelanggan yang merasa khawatir selama proses investigasi berlangsung.

Di Indonesia, PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) menyatakan masih memantau perkembangan dan menunggu arahan resmi dari kantor pusat global. Chief Operating Officer HMID, Fransiscus Soerjopranoto, memberikan keterangannya terkait situasi pasar domestik pada Rabu, 15 April 2026 di Jakarta Selatan.

"Pastinya kita terus koordinasi sama global. Karena permasalahan ini kan bukan terjadi untuk Indonesia saja. Tapi terjadinya juga mulai dari pasarnya Amerika. Sehingga kita tunggu dari panduan atau guidance dari Hyundai Motor Company (HMC)," ujar Fransiscus Soerjopranoto, Chief Operating Officer HMID.

Fransiscus menambahkan bahwa konsumen di Indonesia tidak perlu merasa panik karena perbaikan sistem kemungkinan besar dapat dilakukan melalui pembaruan perangkat lunak. Teknologi Over The Air (OTA) memungkinkan sinkronisasi perbaikan dilakukan secara daring tanpa mengharuskan pemilik kendaraan datang langsung ke bengkel resmi.

Hingga saat ini, Hyundai Motor Company masih terus menyempurnakan solusi perbaikan teknis yang nantinya akan diberikan secara cuma-cuma kepada seluruh konsumen yang terdampak recall tersebut. Investigasi mendalam mengenai mekanisme sensor pengaman pada kursi elektrik masih menjadi fokus utama tim pengembang produk.

Recommended