Pesan mendalam disampaikan oleh gelandang Senegal, Idrissa Gana Gueye, melalui Instagram Story setelah timnya dipastikan kalah walkover (WO) di final Piala Afrika 2025. Gueye menekankan bahwa nilai kemanusiaan dan keselamatan lebih utama dari sekadar gelar juara.
Gueye menulis, "Gelar, trofi, medali… semua itu hanya sementara. Yang benar-benar penting adalah setiap suporter bisa pulang ke rumah dan kembali ke keluarganya."
Pemain Everton tersebut juga memuji rakyat Senegal yang tetap bermartabat dalam kemenangan maupun cobaan. "Rakyat Senegal telah menunjukkan siapa mereka: bermartabat dalam kemenangan, bermartabat dalam ujian. Itulah Teranga," tulisnya.
Gueye menyinggung insiden di Rabat yang menjadi penyebab keputusan WO. "Kami tahu apa yang kami alami malam itu di Rabat. Dan itu, tidak akan pernah bisa diambil dari kami, insyaAllah," tulisnya.
Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) secara resmi menetapkan Maroko sebagai juara Africa Cup of Nations 2025 setelah Senegal dinyatakan kalah WO 3-0. Keputusan ini diambil setelah Badan Banding CAF meninjau insiden final di Rabat pada 19 Januari lalu.
Saat itu, tim Senegal meninggalkan lapangan selama 15 menit sebagai protes terhadap keputusan penalti untuk tuan rumah. Aksi tersebut dipimpin pelatih Pape Thiaw sebelum akhirnya mereda setelah Sadio Mane membujuk rekan-rekannya kembali bermain.
CAF menyatakan Senegal melanggar regulasi kompetisi, termasuk Pasal 82 dan 84, meski sempat menang di perpanjangan waktu.
Federasi Senegal diperkirakan akan mengajukan banding ke CAS. Sebelumnya, Senegal hanya dikenai denda dan sanksi tanpa perubahan hasil. Kekecewaan pun mencuat, termasuk dari Moussa Niakhate yang menyindir lewat media sosial.
Federasi Sepak Bola Maroko (FRMF) menegaskan langkah mereka semata untuk menegakkan aturan dan menjaga integritas kompetisi.