Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan di zona positif, meski pasar saham masih dipengaruhi sentimen global dan aksi jual investor asing.
Pada pembukaan perdagangan Kamis pagi, IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat menguat 9,45 poin atau 0,13 persen ke posisi 7.398,85. Indeks LQ45 juga mengalami kenaikan sebesar 1,34 poin atau 0,18 persen ke level 753,58.
Pergerakan bursa saham global, khususnya di Amerika Serikat, turut memberikan sentimen bagi pasar saham domestik. Pada perdagangan sebelumnya, indeks-indeks utama di Wall Street ditutup bervariasi. Dow Jones Industrial Average turun -0,61 persen ke level 47.417,27, S&P 500 melemah -0,084 persen ke level 6.775,80, dan Nasdaq justru menguat +0,084 persen ke level 22.716,14. Variasi ini mencerminkan kehati-hatian investor terhadap dinamika ekonomi dan geopolitik dunia.
Pada perdagangan sebelumnya, IHSG tercatat mengalami pelemahan cukup dalam dan ditutup pada level 7.389,4. Penguatan pada sesi pertama tidak mampu dipertahankan, di mana indeks berbalik terkoreksi dan bergerak di zona negatif sepanjang sesi kedua.
Menurut analis BRI Danareksa Sekuritas dalam riset hariannya pada Kamis, 12 Maret 2026, meningkatnya ketidakpastian global terkait konflik AS–Israel vs Iran serta mendekati libur panjang Lebaran membuat pelaku pasar cenderung mengadopsi strategi trading jangka pendek dan menahan ekspansi risiko.
Secara teknikal, pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini diperkirakan masih akan bergerak terbatas dengan kecenderungan melemah.
Analis memperkirakan IHSG masih bergerak dalam rentang support di 7.335-7.200 dan resistance pada level 7.440-7.500.
Di tengah pergerakan pasar yang masih fluktuatif, analis memberikan beberapa rekomendasi saham yang dapat dicermati investor pada perdagangan hari ini, yaitu PT Ultrajaya Milk Industry Tbk (ULTJ), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) dan PT Surya Citra Media Tbk (SCMA).