Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan tengah pekan ini, Rabu (18/2/2026), diperkirakan akan menghadapi tantangan cukup berat. Meski pasar global memberikan sinyal beragam, tekanan jual dari investor asing yang masih masif menjadi faktor utama yang membayangi pergerakan indeks domestik. Para pelaku pasar kini bersikap lebih waspada sembari mencermati arah rotasi portofolio global yang mulai bergeser.
Kondisi pasar modal saat ini memang sedang berada dalam fase transisi yang dinamis. Di satu sisi, bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street menunjukkan daya tahan dengan penutupan di zona hijau, namun di sisi lain, koreksi harga komoditas global menjadi beban tambahan bagi emiten-emiten kelas berat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Situasi ini menciptakan ambivalensi sentimen yang membuat pergerakan angka indeks menjadi sulit diprediksi secara linear.
Bagi para trader dan investor, mencermati titik support dan resistance menjadi krusial di tengah potensi pelemahan ini. Ketidakpastian global yang dipicu oleh perkembangan teknologi serta pergeseran minat sektor saham menuntut strategi yang lebih taktis. Berikut adalah analisis mendalam mengenai faktor penggerak pasar hari ini serta rekomendasi saham yang layak masuk dalam radar pantauan Anda.
Analisis Sentimen Global dan Tekanan Domestik
Pergerakan IHSG hari ini tidak lepas dari pengaruh rotasi besar-besaran yang terjadi di pasar global. Investor di Wall Street mulai memindahkan dana mereka dari sektor teknologi, khususnya emiten pembuat piranti lunak (software), menuju sektor keuangan yang dianggap lebih stabil dan memiliki valuasi menarik di tengah perubahan lanskap ekonomi digital.
Dampak Fenomena Kecerdasan Buatan (AI)
Salah satu pemicu utama rotasi portofolio di pasar global adalah kekhawatiran investor terhadap masa depan emiten piranti lunak tradisional. Pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI) dianggap berpotensi menggantikan peran sistem perangkat lunak konvensional. Dampaknya, sejumlah emiten raksasa di AS mencatatkan rapor merah yang cukup dalam secara year-to-date (ytd).
Beberapa emiten yang mengalami tekanan jual signifikan antara lain:
-
ServiceNow: Melemah 1,09% (-31% ytd)
-
Autodesk: Turun 2,55% (-24% ytd)
-
Salesforce: Terkoreksi 2,86% (-30% ytd)
-
Oracle: Anjlok 3,85% (-21% ytd)
Sebaliknya, saham perbankan global seperti Citigroup dan JP Morgan justru menguat masing-masing 2,63% dan 1,51%. Tren ini menunjukkan bahwa likuiditas sedang mencari “pelabuhan” yang lebih aman, sebuah pola yang biasanya juga akan diikuti oleh pasar negara berkembang termasuk Indonesia.
Proyeksi IHSG: Uji Level Support Psikologis
CGS International Sekuritas Indonesia memproyeksikan IHSG akan bergerak bervariasi dengan kecenderungan melemah pada perdagangan hari ini. Fokus utama pasar domestik adalah memantau sejauh mana aksi jual bersih (net sell) investor asing akan berlanjut, mengingat volume jual yang cukup besar belakangan ini telah menekan posisi indeks secara keseluruhan.
Rentang Pergerakan Indeks
Berdasarkan ulasan tim riset CGS International Sekuritas Indonesia per 18 Februari 2026, indeks diperkirakan akan bergerak dalam rentang teknis berikut:
-
Support: 8.150 – 8.090
-
Resistance: 8.275 – 8.335
Jika IHSG gagal bertahan di atas level 8.150, maka potensi koreksi menuju level psikologis 8.000 menjadi terbuka lebar. Namun, sentimen positif dari penguatan Wall Street diharapkan mampu meredam kejatuhan lebih dalam sehingga terjadi konsolidasi yang sehat.
6 Saham Pilihan untuk Trading Hari Ini
Meski indeks secara keseluruhan dibayangi sentimen negatif, beberapa saham sektoral justru memperlihatkan potensi teknikal yang menarik untuk dikoleksi secara jangka pendek (fast trade). Sektor pertambangan dan konsumer terpantau masih memiliki daya tarik tersendiri.
Berikut adalah daftar saham yang dijagokan oleh CGS International Sekuritas Indonesia untuk perdagangan Rabu (18/2/2026):
-
BRMS (Bumi Resources Minerals Tbk): Menarik dicermati seiring fluktuasi harga mineral logam.
-
BUMI (Bumi Resources Tbk): Tetap menjadi favorit pelaku pasar untuk trading volume besar.
-
HMSP (Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk): Menunjukkan resiliensi di tengah volatilitas pasar.
-
ERAA (Erajaya Swasembada Tbk): Didorong oleh sentimen konsumsi domestik yang stabil.
-
CMRY (Cisarua Mountain Dairy Tbk): Emiten konsumer yang terus menunjukkan pertumbuhan ekspansi.
-
MDKA (Merdeka Copper Gold Tbk): Masih menjadi pilihan utama di sektor tambang emas dan tembaga.
Para investor disarankan untuk tetap disiplin dalam menerapkan strategi stop loss mengingat volatilitas pasar yang bisa berubah sewaktu-waktu. Perhatikan volume transaksi sebelum mengambil keputusan beli untuk memastikan likuiditas saham tersebut cukup terjaga.
IHSG, IHSG Hari ini 18 Februari 2026, Rekomendasi Saham, Bursa Efek Indonesia, Prediksi Pasar Modal