Real Madrid Singkirkan Man City, Arbeloa Puji Pemain

Alvaro Arbeloa memuji pemain Real Madrid usai menyingkirkan Manchester City di Liga Champions dengan agregat 5-1.

Real Madrid berhasil menyingkirkan Manchester City dari Liga Champions, namun Alvaro Arbeloa enggan menyoroti taktiknya. Menurutnya, kunci kemenangan adalah pemahaman tim akan cara memenangkan pertandingan.

Usai Real Madrid mengalahkan Manchester City dengan agregat 5-1 di babak 16 besar Liga Champions, Rabu (18/3/2026), pelatih Alvaro Arbeloa memberikan pujian kepada para pemainnya. Kemenangan 2-1 di leg kedua memastikan langkah Madrid melewati tim asuhan Pep Guardiola.

“Mereka bermain seperti yang kami perkirakan; menekan tinggi dan membuat situasi sulit. Kami kurang sabar dalam menguasai bola, tapi itu mudah dikatakan dan jauh lebih sulit dilakukan. Dan setelah penalti, semuanya berubah,” ujarnya.

Arbeloa menekankan pentingnya komitmen, pengorbanan, keterampilan, dan mentalitas kolektif dalam memenangkan pertandingan. “Hal terpenting adalah kami belajar bagaimana memenangkan setiap pertandingan: komitmen, pengorbanan, dan keterampilan. Dan, di atas segalanya, dengan menjadi sebuah tim. Mentalitas kolektif,” lanjutnya.

Performa Real Madrid sempat tidak stabil sejak dilatih Arbeloa. Namun, empat kemenangan beruntun atas Celta Vigo, Manchester City (dua kali), dan Elche menjadi catatan terbaik mereka sejauh ini.

Arbeloa menolak anggapan bahwa dirinya adalah faktor utama kebangkitan tim. “Tidak. Para pemainlah yang membalikkan keadaan, dengan usaha dan kualitas mereka. Kami menghadapi tim yang hebat; sangat sedikit orang yang mengira kami akan memenangkan kedua pertandingan. Terima kasih kepada para pemain atas kerja keras mereka,” ujar Arbeloa.

Arbeloa menyoroti sikap dan kebersamaan tim sebagai faktor penting dalam beberapa pekan terakhir. "Saya tidak merasa ada yang berbeda dari dua bulan terakhir: bekerja keras dan mencoba membuat mereka nyaman di lapangan, membuat semua orang bekerja bersama, dan saya pikir mereka melakukannya," ujarnya.

"Kami saling mendukung. Bakat yang mereka miliki memang ada; itu sangat penting, dan mereka semua memahaminya dengan baik."

“Ini kemenangan besar. Perjalanan masih panjang, tetapi kekalahan berikutnya akan kembali memunculkan keraguan di luar lapangan. Kami tidak bisa mengendalikan itu, tetapi kami akan terus bekerja dengan cara yang sama," lanjutnya.

Tak Berani Mengira Bisa Mengalahkan Pep Guardiola

Alvaro Arbeloa mendapat pujian di Spanyol karena dianggap mampu mengakali taktik Guardiola. Federico Valverde dan Vinicius Junior tampil gemilang dan sulit dihentikan oleh Manchester City. Namun, Arbeloa tetap rendah hati.

“Saya tidak berani berpikir bahwa saya bisa mengalahkan seseorang seperti Pep dalam hal apa pun. Kami menang karena kerja keras para pemain; mereka memahami apa yang kami inginkan dari mereka,” ujarnya.

“Anda menganalisis lawan dan melihat bagaimana cara menyakiti mereka. Saya berharap ini membuat kami semakin kuat sebagai sebuah grup. Para pemain pantas mendapatkan pengakuan. Kami kehilangan banyak pemain, dan kami tetap menjadi tim yang hebat, sebuah keluarga. Itu adalah kunci tim ini,” lanjutnya.

Menuliskan Pengalaman

Arbeloa bercanda bahwa pengalamannya selama ini cukup untuk ditulis menjadi buku. “Saya bisa menulis buku… Setiap hari di Real Madrid adalah pengalaman belajar. Saya belajar bagaimana mengeluarkan kemampuan terbaik dari setiap pemain, membuat mereka memahami bahwa tanpa usaha tidak ada hasil,” ujar Arbeloa.

“Liga Champions itu spesial bagi Real Madrid; jika kami ingin menang, kami harus tampil seperti hari ini. Kami juga butuh keberuntungan, menjadi lebih baik, dan memiliki sedikit keberuntungan. Kami pantas mendapatkan ini; kami menang 5-1, itu sudah menjelaskan segalanya. Mari terus seperti ini dan lanjut ke Bayern,” lanjutnya.

Masuknya Thiago Pitarch ke dalam skema tim membuat performa Madrid semakin solid. Dengan tambahan satu gelandang, Madrid hanya kebobolan tiga gol dalam empat pertandingan terakhir, tetapi mampu mencetak 11 gol. Hal ini membuktikan keseimbangan tim dalam bertahan dan menyerang.

Madrid kini tampak semakin padu. Dengan mentalitas kolektif yang ditekankan Arbeloa, kepercayaan diri Los Blancos berada di titik tertinggi.

Recommended