Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menerapkan prosedur skrining ketat dan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mengamankan pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) pada Rabu, 22 April 2026. Sebanyak 12.585 peserta tercatat mengikuti ujian di pusat pelaksanaan kampus tersebut.
Dilansir dari Medcom, pengamanan dimulai dengan pemeriksaan setiap peserta menggunakan alat pendeteksi logam atau metal detector sebelum memasuki ruangan. Petugas melakukan pengecekan menyeluruh terhadap benda-benda yang dibawa peserta, mulai dari jam tangan, kacamata, hingga aksesori yang berisiko menjadi alat komunikasi ilegal.
Rektor ITS, Bambang Pramujati, menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk memastikan integritas ujian tetap terjaga. Pengetatan pengawasan dilakukan di setiap titik lokasi guna mencegah potensi kecurangan oleh oknum peserta selama proses ujian berlangsung.
"Semua hal yang mencurigakan kami periksa agar tidak ada kecurangan," kata Bambang Pramujati, Rektor ITS, saat melakukan peninjauan lokasi ujian di Surabaya.
Selain pemeriksaan fisik, pihak kampus memanfaatkan teknologi pemindai wajah berbasis AI atau face recognition sebagai langkah mitigasi pascaujian. Sistem ini berfungsi memverifikasi identitas peserta mulai dari tahap pendaftaran, saat pelaksanaan ujian, hingga proses daftar ulang nantinya.
Pemanfaatan teknologi ini bertujuan memastikan bahwa individu yang mengerjakan soal adalah orang yang sama dengan yang terdaftar di sistem. Langkah ini memperkuat lapisan keamanan administratif yang sudah ada sebelumnya di lingkungan kampus ITS.
Dalam aspek infrastruktur digital, Direktorat Pengembangan Teknologi dan Sistem Informasi (DPTSI) ITS menambah kapasitas perangkat keras. Jumlah server ditingkatkan dari dua menjadi tiga unit guna menjamin kelancaran pengiriman data jawaban ke sistem pusat.
Jaringan internet di area kampus juga diperkuat untuk mendukung stabilitas koneksi selama ujian. Untuk mengurangi beban trafik jaringan, kegiatan perkuliahan mahasiswa reguler dialihkan sementara ke sistem daring selama periode ujian berlangsung.
Pada hari pertama pelaksanaan, tercatat sebanyak 38 peserta tidak hadir pada sesi pertama. Selain itu, terdapat 13 peserta yang melakukan pelanggaran administrasi karena tidak membawa dokumen wajib seperti ijazah atau surat keterangan siswa kelas XII.
Pelaksanaan UTBK di ITS dijadwalkan berlangsung dari tanggal 22 hingga 29 April 2026, dengan pengecualian pada tanggal 26 April. Ujian dibagi ke dalam dua sesi setiap harinya, kecuali pada hari Jumat yang hanya menyelenggarakan satu sesi ujian.