IHSG Melambung Tinggi 2,47% pada 8 April 2026, Sentimen Global Mendukung

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka positif pada 8 April 2026, melonjak 2,47% atau 171,98 poin ke level 7.143,00.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan performa yang mengesankan pada pembukaan perdagangan Rabu, 8 April 2026. Indeks utama ini tercatat berada di zona hijau, dengan kenaikan signifikan mencapai level 7.100-an.

Dilansir dari Detik Finance, pada pukul 09.05 WIB, IHSG dilaporkan menembus angka 7.143,00. Angka tersebut mencerminkan kenaikan sebesar 2,47% atau setara dengan 171,98 poin. Pada awal pembukaan, posisi IHSG berada di 7.162,40, sempat menyentuh level tertinggi 7.166,55, dan terendah 7.118,58.

Aktivitas transaksi perdagangan pagi itu cukup ramai, dengan total volume mencapai 4,65 miliar saham. Nilai turnover tercatat sebesar Rp 2,35 triliun, yang tersebar dalam 194.045 kali frekuensi transaksi. Data menunjukkan, sebanyak 439 saham mengalami penguatan, sementara 100 saham melemah, dan 144 saham lainnya stagnan.

Ratih Mustikoningsih, seorang Financial Expert dari Ajaib Sekuritas, dalam risetnya pada 8 April 2026, memproyeksikan pergerakan IHSG hari ini akan berada dalam kisaran positif antara 7.000 hingga 7.150. Beberapa sentimen utama turut memengaruhi dinamika pasar saham domestik maupun global.

Dari sisi domestik, IHSG sebelumnya sempat mengalami koreksi dengan adanya outflow investor asing di seluruh pasar ekuitas senilai Rp 1,77 triliun. Secara akumulatif, total outflow investor asing sejak awal tahun mencapai Rp 36 triliun hingga 7 April 2026. Situasi ini diperparah dengan depresiasi nilai tukar rupiah JISDOR yang mencapai Rp 17.092 per dolar AS pada tanggal yang sama.

Mustikoningsih juga menyoroti hasil interim review FTSE Maret 2026 yang dipublikasikan pada 7 April 2026. Dalam laporan tersebut, status Indonesia dipertahankan dalam kategori Secondary Emerging Market, tanpa ada perubahan klasifikasi atau indikasi masuk dalam Watch List. FTSE menilai Indonesia berada dalam fase "credibility rebuilding".

Regulator di Indonesia telah menerapkan sejumlah reformasi struktural, termasuk aturan mengenai data kepemilikan saham di atas 1%, implementasi High Shareholding Concentration (HSC), klasifikasi 39 kepemilikan saham berdasarkan tipe investor, serta kenaikan batas minimum free float menjadi 15% yang berlaku efektif sejak 31 Maret 2026. "Selanjutnya, pada review Juni 2026 FTSE akan kembali uji kredibilitas reformasi pasar modal, seperti penyesuaian komposisi dan bobot saham dalam indeks," ujar Ratih.

Dampak Kebijakan Global terhadap Pasar Saham

Sementara itu, dari ranah mancanegara, indeks saham berjangka AS melonjak tajam secara intraday pada 8 April 2026. Indeks US 500 menguat 2,22% dan US Tech 100 melesat 2,93%. Kenaikan ini terjadi setelah Presiden Trump mengumumkan penundaan serangan militer atau "gencatan senjata" selama dua pekan ke depan.

Recommended