IHSG Melemah 3,38 Persen Akibat Aksi Jual Bersih Investor Asing

IHSG merosot ke level 7.129,49 pada perdagangan Jumat (24/4) dipicu aksi jual bersih investor asing senilai Rp3,02 triliun di pasar reguler.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami kontraksi sebesar 3,38 persen hingga merosot ke level 7.129,49 pada penutupan perdagangan Jumat (24/4). Penurunan tajam ini didorong oleh tekanan jual pada saham-saham berkapitalisasi besar seperti BBCA, DSSA, dan BBRI.

Berdasarkan data yang dilansir dari Detik Finance, investor asing mencatatkan aksi jual bersih atau net sell mencapai Rp3,02 triliun di pasar reguler. Secara keseluruhan di seluruh pasar, total nilai pelepasan aset oleh pemodal internasional tersebut menyentuh angka Rp2,00 triliun.

Seluruh sektor indeks sektoral berakhir di zona merah dengan sektor barang konsumen siklikal mengalami kejatuhan paling dalam sebesar 4,27 persen. Pelemahan pasar domestik ini terjadi di tengah pergerakan bursa global yang bervariasi, di mana Dow Jones terkoreksi 0,16 persen sementara Nasdaq menguat 1,63 persen.

Sentimen negatif eksternal turut dipicu oleh langkah politik Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang membatalkan pengiriman utusan khusus ke Pakistan terkait gencatan senjata. Dampaknya, indeks MSCI Indonesia terpangkas 3,96 persen dan ETF EIDO melemah 2,41 persen.

Di tengah tekanan pasar, PT Garudafood Tbk (GOOD) mengumumkan rencana pembagian dividen tunai tahun buku 2025 senilai Rp350,34 miliar. Jumlah ini setara dengan Rp9,50 per saham atau sekitar 50,87 persen dari total laba bersih perusahaan.

Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk Garudafood tercatat sebesar Rp688,65 miliar pada 2025. Perusahaan membukukan pertumbuhan penjualan 7,27 persen menjadi Rp13,12 triliun yang didominasi oleh segmen makanan sebesar Rp11,79 triliun.

Sementara itu, PT Argo Pantes Tbk (ARGO) telah melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan gudang pesanan J&T Cargo pada 23 April. Proyek infrastruktur distribusi di kawasan Jabodetabek ini memiliki nilai investasi sekitar Rp120 miliar.

Pembangunan gudang tersebut diproyeksikan selesai pada Februari 2027 sebagai bagian dari kontrak sewa jangka panjang selama 10 tahun. ARGO menyewakan lahan seluas 44.188 meter persegi dengan total luas bangunan mencapai lebih dari 23.000 meter persegi.

Sesuai jadwal, periode cum dividen untuk saham GOOD jatuh pada 6 Mei 2026. Pembayaran dividen final kepada para pemegang saham yang berhak dijadwalkan akan terlaksana pada 20 Mei 2026.

Recommended