IHSG Berpotensi Melemah Jelang Libur Panjang Hari Buruh 2026

IHSG diprediksi melemah akibat aksi profit taking menjelang libur Hari Buruh. Investor turut mencermati kebijakan suku bunga The Fed dan data ekonomi AS.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi mengalami pelemahan akibat aksi ambil untung atau profit taking oleh para pelaku pasar menjelang libur panjang Hari Buruh pada Kamis, 30 April 2026. Pelemahan ini terjadi di tengah pembukaan indeks yang sempat menguat tipis sebesar 2,03 poin ke level 7.103,26.

Kondisi pasar modal domestik saat ini dipengaruhi oleh terbatasnya hari perdagangan yang hanya berlangsung selama empat hari pada pekan ini. Berdasarkan data yang dihimpun, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 justru mencatatkan penurunan sebesar 0,50 poin atau 0,07 persen ke posisi 683,64 pada awal perdagangan.

"Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi melemah terbatas dengan support dan resistance 7.000-7.325," ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, sebagaimana dilansir dari Medcom.

Sentimen global turut memberikan tekanan bagi pergerakan indeks, terutama setelah bank sentral Amerika Serikat, The Fed, menetapkan untuk mempertahankan suku bunga pada kisaran 3,5 hingga 3,75 persen. Ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah juga memicu perbedaan pandangan di internal pejabat bank sentral tersebut.

Pertemuan The Fed kali ini menjadi momen krusial karena merupakan kepemimpinan terakhir Jerome Powell sebelum digantikan oleh Kevin Warsh. Investor global saat ini sedang menantikan rilis data indeks PCE Prices Maret 2026 yang diproyeksikan meningkat menjadi 3,3 persen dari posisi sebelumnya 2,8 persen.

Selain inflasi, pelaku pasar memantau data pertumbuhan ekonomi AS kuartal I-2026 yang diperkirakan tumbuh 1,5 persen secara kuartalan. Dari kawasan Eropa, fokus investor tertuju pada rilis data PDB, tingkat pengangguran, serta kebijakan suku bunga European Central Bank (ECB) yang diprediksi tetap di level 2,15 persen.

Di dalam negeri, aktivitas perdagangan akan berhenti sementara mulai Jumat, 1 Mei 2026, guna memperingati Hari Buruh Internasional. Pasar saham Indonesia baru akan dibuka kembali setelah masa libur akhir pekan berakhir.

Recommended