Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup merosot sebesar 0,92 persen ke level 6.905,62 pada perdagangan Senin (11/5). Penurunan ini dipicu oleh tekanan jual investor asing serta kekhawatiran pasar terhadap evaluasi indeks MSCI, sebagaimana dilansir dari Detik Finance.
Data perdagangan menunjukkan investor asing mencatatkan jual bersih atau net sell senilai Rp659,16 miliar di pasar reguler. Jika diakumulasikan di seluruh pasar, nilai penjualan bersih asing mencapai Rp751,15 miliar pada hari yang sama.
Sektor transportasi menjadi kontributor penurunan terdalam dengan koreksi sebesar 2,88 persen. Di sisi lain, sektor infrastruktur justru menunjukkan tren positif dengan penguatan sebesar 1,52 persen di tengah pelemahan mayoritas sektor lainnya.
Pelemahan indeks juga dipengaruhi oleh terkoreksinya sejumlah saham berkapitalisasi besar. Saham DSSA memimpin penurunan dengan pelemahan 13,36 persen, diikuti oleh saham BMRI yang turun 8,21 persen dan saham BREN yang terkoreksi 7,56 persen.
Sentimen negatif pasar diperkuat oleh adanya potensi perubahan komposisi indeks MSCI. Saham BREN dan DSSA dikabarkan berisiko keluar dari indeks tersebut karena masalah konsentrasi kepemilikan saham yang sangat tinggi atau high shareholding concentration (HSC).
Di tengah tekanan pasar, beberapa saham terpantau menguat secara signifikan. Saham MORA melonjak 20,00 persen, sementara saham BYAN naik 5,80 persen dan saham ASII menguat 3,86 persen sebagai penopang pergerakan indeks.
Pada berita emiten, PT Raharja Energi Cepu Tbk. (RATU) melalui anak usahanya mengakuisisi 5 persen hak partisipasi Kasuri Block di Papua Barat. Transaksi senilai US$9,64 juta atau Rp165 miliar ini diambil dari Genting Oil Kasuri Pte Ltd.
Blok Kasuri memiliki cadangan gas sebesar 2,67 triliun kaki kubik (tcf) dan diproyeksikan berproduksi selama 18 tahun. Manajemen RATU menyebut nilai transaksi ini setara 17,05 persen dari total ekuitas perseroan per akhir 2025.
Sementara itu, Bank Jatim (BJTM) menetapkan pembagian dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp56,62 per saham. Total dividen yang dibagikan mencapai Rp850,17 miliar atau 55,01 persen dari laba bersih perseroan yang mencapai Rp1,62 triliun.
Jadwal cum dividen Bank Jatim jatuh pada 18 Mei mendatang dengan rencana pembayaran pada 5 Juni 2026. Berdasarkan harga penutupan terakhir di level Rp595, dividend yield perseroan tercatat sebesar 9,52 persen.