Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup terkoreksi tipis pada level 7.621,38 dalam sesi perdagangan yang berakhir Kamis (16/4/2026) sore. Pergerakan ini menunjukkan pembalikan arah setelah indeks sempat mengalami penguatan signifikan pada pembukaan perdagangan di pagi hari.
Data perdagangan RTI Business mencatat penurunan indeks sebesar 0,03 persen dari posisi pembukaan. Sepanjang hari ini, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di posisi 7.705,03 sebelum akhirnya merosot ke level terendah pada angka 7.575,52.
Aktivitas pasar menunjukkan volume transaksi mencapai 39,80 miliar lembar saham dengan total nilai perdagangan sebesar Rp 18,07 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 2.636.675 kali transaksi di Bursa Efek Indonesia sebagaimana dilansir dari Detik Finance.
Kondisi pasar hingga penutupan menunjukkan dinamika yang cukup berimbang dengan 356 saham terpantau menguat dan 318 saham mengalami pelemahan. Sementara itu, terdapat 147 saham yang tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.
Meskipun mengalami koreksi harian, performa indeks saham domestik dalam jangka waktu lebih panjang masih berada di zona positif. Dalam kurun waktu satu bulan terakhir, akumulasi penguatan IHSG mencapai angka 3,14 persen.
Aksi jual bersih oleh investor asing atau net foreign sell menjadi faktor penekan pasar dengan nilai mencapai Rp 1,16 triliun pada perdagangan 15 April 2026. Penjualan ini menambah daftar panjang aksi keluar modal asing sepanjang tahun berjalan.
Secara kumulatif sepanjang tahun 2026, pasar modal Indonesia mencatat total net sell investor asing yang cukup besar yakni mencapai Rp 37,94 triliun. Tren ini terus menjadi perhatian pelaku pasar di tengah fluktuasi indeks global.