Sebuah aduan terkait parkir liar di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur, menjadi viral di media sosial Threads. Laporan yang diajukan melalui aplikasi resmi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, JAKI, diduga dibalas menggunakan foto hasil manipulasi kecerdasan buatan (AI), seperti dilansir dari Detik iNET dan IDN Times.
Kejadian ini menarik perhatian Wakil Koordinator Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Prastowo Yustinus, yang kemudian merespons langsung keluhan warga tersebut.
Unggahan awal di Threads, yang menandai akun Yustinus, menyampaikan kekecewaan warga. Pengadu tersebut mempertanyakan prosedur penanganan parkir liar di jalan kelurahan, mengingat protes langsung kepada pelaku tidak membuahkan hasil, laporan ke tingkat kelurahan tidak tuntas, dan respons dari JAKI justru berupa "bukti palsu hasil edit AI".
Menurut keterangan yang viral, laporan parkir liar tersebut tercatat di JAKI pada tanggal 15 Februari 2026, pukul 20.14 WIB. Lokasi parkir liar berada di Jalan Damai, Kelurahan Kalisari, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur, dengan koordinat 6,33750 LS dan 106,86024 BT.
Beberapa jam setelah aduan itu diunggah, Yustinus memberikan tanggapan. Ia menyatakan akan menindaklanjuti laporan tersebut dan menegaskan bahwa respons semacam itu seharusnya tidak terjadi. "Baik, akan saya tindak lanjuti. Mestinya tidak demikian. Saya akan minta dicek dan jika respon palsu, tentu akan diperiksa dan dikenai sanksi. Mohon maaf jika respon saya lambat, maklum sambil urus Paskahan, kondangan, dll," ujarnya.
Keterlambatan respons dari Yustinus sempat menuai komentar dari warganet. "Pak @prastowoyustinus, sdh 8 jam," tulis seorang warganet. Yustinus pun membalas dengan menjelaskan kesibukannya, "Hehe….saya mohon maaf nggak tiap detik mantengin medsos. Apalagi semalam pulang ibadah larut malam dan pagi2 mesti pergi lagi. Tapi ini sdg diperiksa oleh internal kok."
Unggahan viral di Threads tersebut mendapatkan lebih dari 1.200 suka dan 357 komentar. Banyak warganet menyatakan kekesalan mereka, bahkan beberapa mempertanyakan keaslian laporan mereka sebelumnya di aplikasi JAKI.
Salah satu warganet dengan akun @ah**id72 mengungkapkan kekhawatirannya, "Lah… jangan2 laporan saya di bulan January 2026 itu di balas pakai foto AI juga, karena di lokasi, aktualnya tidak ada perubahan." Komentar lain menunjukkan keresahan serupa dari warga yang mengalami masalah parkir di area Pasar Rebo.
Warganet juga menyoroti dugaan kejanggalan dalam foto tindak lanjut yang diterima pelapor. Dalam tangkapan layar, mobil yang awalnya terparkir di lokasi tiba-tiba hilang, sementara posisi petugas dan sepeda motor tetap sama. Hal ini memicu spekulasi tentang potensi pelanggaran hukum jika penggunaan teknologi AI untuk memanipulasi bukti memang terbukti.
Pemprov DKI Jakarta melalui Yustinus berkomitmen untuk menelusuri kasus ini, memastikan adanya sanksi bagi pihak yang bertanggung jawab, serta memperbaiki mekanisme respons laporan agar lebih transparan dan akurat. Ia juga menegaskan pentingnya validasi respons laporan untuk menghindari keraguan publik terhadap sistem pelaporan JAKI.