PT Mega Capital Sekuritas, bagian dari CT Corpora, telah beroperasi sejak tahun 1991, menawarkan layanan investasi yang inovatif didukung oleh tenaga ahli yang terpercaya.
Pada penutupan perdagangan Selasa (3/3), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan. Indeks terkoreksi 0,96% dan berakhir pada level 7.939,77. Pergerakan sejumlah saham berkapitalisasi besar turut memengaruhi tekanan terhadap indeks.
Saham BBCA, AADI, dan UNTR menjadi penopang utama indeks dengan kenaikan masing-masing sebesar 0,71%, 6,82%, dan 2,61%. Sementara itu, saham AMMN, BBRI, dan BREN menjadi pemberat dengan penurunan masing-masing sebesar 6,51%, 1,31%, dan 2,57%.
Investor asing mencatatkan jual bersih sebesar Rp1,17 triliun di pasar reguler. Meski demikian, secara agregat di seluruh pasar, investor asing masih mencatat beli bersih senilai Rp3,45 triliun. Dari sisi sektoral, mayoritas sektor mengalami pelemahan, dengan sektor Basic Industry terkoreksi paling dalam sebesar 3,85%. Sektor Industrial menjadi sektor dengan kinerja terbaik dengan kenaikan sebesar 0,59%.
Kondisi bursa saham Amerika Serikat turut memengaruhi sentimen pasar global. Dow Jones turun 0,83% ke level 48.501, S&P 500 turun 0,94% ke level 6.816, dan Nasdaq terkoreksi 1,02% ke level 22.516. Konflik antara AS dan Iran memicu kekhawatiran yang menekan ETF EIDO sebesar 2,11% serta indeks MSCI Indonesia yang melemah 0,71%.
Sejumlah emiten mengumumkan berita penting yang perlu diperhatikan oleh investor.
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA)
TPIA menerima komitmen investasi sebesar US$200 juta (setara Rp 3,37 triliun) dari Danantara Indonesia dan Indonesia Investment Authority (INA). Dukungan ini ditegaskan melalui penandatanganan Conditional Share Subscription Agreement (CSSA) untuk mendukung pembangunan pabrik Chlor Alkali–Ethylene Dichloride (CA-EDC) di Cilegon, Banten.
Investasi ini merupakan bagian dari total investasi proyek senilai US$800 juta yang akan dikelola oleh Chandra Asri Alkali (CAA). Proyek strategis nasional ini diharapkan mulai beroperasi pada tahun 2027.
Pabrik tersebut akan memiliki kapasitas produksi awal sebesar 400.000 ton Caustic Soda dan 500.000 ton Ethylene Dichloride (EDC) per tahun. Selama masa konstruksi, proyek ini diperkirakan akan menyerap sekitar 3.000 tenaga kerja dan sekitar 250 tenaga kerja saat beroperasi.
PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO)
RMKO berencana untuk melaksanakan Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue. Perseroan berencana menerbitkan maksimal 512 juta saham baru, setara dengan 29,06% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh.
Rencana ini masih menunggu persetujuan dari pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 8 April. Dana yang diperoleh dari PMHMETD I, setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan sebagai modal kerja untuk memperkuat struktur permodalan dan mendukung pengembangan kegiatan usaha. Pelaksanaan rights issue ini direncanakan paling lambat 12 bulan setelah memperoleh persetujuan RUPSLB, sesuai dengan ketentuan regulasi yang berlaku.
Rekomendasi Saham
Disclaimer: Analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif, bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor sesuai profil risiko dan tujuan keuangan.