IHSG Menguat 1,93% pada Rabu (1/4), Didorong Saham IMPC dan TLKM

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup di zona hijau, naik 1,93% ke level 7.184,44 pada perdagangan Rabu (1/4).

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mengakhiri perdagangan pada Rabu (1/4) dengan mencatatkan penguatan. Indeks ditutup di zona hijau, naik 1,93% dan mencapai level 7.184,44. Kenaikan ini terutama didukung oleh performa positif beberapa saham unggulan.

Kenaikan IHSG signifikan ditopang oleh lonjakan saham PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) yang melesat 21,60%. Saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) juga berkontribusi dengan kenaikan 2,94%, diikuti PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang menguat 4,76%.

Meski demikian, beberapa saham menunjukkan pelemahan dan menjadi penahan laju indeks. Di antaranya adalah PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) yang turun 3,58%, PT Bank Mega Tbk (MEGA) melemah 6,59%, serta PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) yang terkoreksi 5,76%.

Aksi jual bersih masih terlihat dari investor asing. Mereka mencatatkan penjualan sebesar Rp162,85 miliar di pasar reguler dan Rp165,50 miliar di seluruh pasar. Meskipun demikian, mayoritas sektor menunjukkan penguatan, dengan 10 dari 11 sektor ditutup di zona hijau. Sektor industrial memimpin kenaikan sebesar 6,11%, sementara sektor kesehatan menjadi satu-satunya yang terkoreksi tipis 0,20%.

Sentimen positif tidak hanya datang dari domestik, tetapi juga dari bursa saham global. Bursa saham Amerika Serikat turut ditutup menguat, dengan Dow Jones naik 0,48% ke 46.565, S&P 500 menguat 0,72% ke 6.575, dan Nasdaq naik 1,16% ke 21.840. Penguatan ini dipicu oleh perkembangan geopolitik, seperti diberitakan oleh Detik Finance, seiring upaya Presiden AS Donald Trump dalam meredakan konflik Iran. Dampaknya, indeks MSCI Indonesia ikut naik 1,44%, meskipun pergerakan ETF Indonesia (EIDO) terbatas dengan penurunan tipis 0,06%.

PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) membidik pertumbuhan kinerja yang positif pada tahun 2026. Perseroan menargetkan pendapatan mencapai Rp 5,10 triliun, meningkat dari realisasi tahun 2025 yang sebesar Rp 4,27 triliun. Laba bersih juga diproyeksikan meningkat signifikan menjadi Rp 700 miliar dari Rp 623,57 miliar.

Untuk periode awal tahun, manajemen IMPC memperkirakan pendapatan kuartal I-2026 berada di kisaran Rp1,1 triliun hingga Rp 1,2 triliun. Target ambisius ini didukung oleh capaian tahun 2025 yang menunjukkan pertumbuhan pendapatan 10,13% menjadi Rp 4,27 triliun, serta kenaikan laba bersih 14,94% menjadi Rp 623,58 miliar.

Peningkatan kinerja ini, menurut manajemen, didorong oleh kuatnya permintaan domestik untuk material bangunan premium, efisiensi biaya produksi, serta strategi diversifikasi produk. Pergerakan saham IMPC juga menunjukkan penguatan setelah menembus level teknikal tertentu dengan peluang menuju area Rp 2.400 dalam jangka pendek.

Di sisi lain, PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE) berencana membagikan dividen sebesar Rp 200,46 miliar. Pembagian dividen ini dilakukan meskipun laba bersih tahun buku 2025 tercatat Rp132,73 miliar, relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya Rp 133,19 miliar.

Dividen per saham diperkirakan akan naik signifikan menjadi Rp156 dari sebelumnya Rp50, dengan rasio pembagian dividen mencapai 151,03%. Kebijakan ini akan berdampak pada penurunan saldo laba ditahan sekitar Rp70 miliar dari posisi sebelumnya Rp 677,67 miliar.

Adapun jadwal cum dividen di pasar reguler untuk saham TEBE ditetapkan pada 8 April, sementara pembayaran kepada pemegang saham dijadwalkan pada 24 April.

Recommended