Disdik Jabar Rilis 50 SMA Negeri Peraih Nilai TKA Tertinggi 2026

Dinas Pendidikan Jawa Barat mengumumkan 50 SMA Negeri dengan nilai rata-rata Tes Kemampuan Akademik tertinggi 2026 yang didominasi sekolah asal Bandung.

Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat resmi merilis daftar 50 SMA Negeri dengan nilai rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) tertinggi pada Senin, 11 Mei 2026. Pemeringkatan ini disusun berdasarkan hasil ujian tiga mata pelajaran utama yaitu Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris.

Data yang digunakan bersumber dari Pusmendik Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang diakses melalui laman resmi pada 22 April 2026. Berdasarkan laporan tersebut, SMAN 3 Bandung menduduki posisi pertama dengan capaian nilai rata-rata sebesar 55,57.

Dilansir dari Medcom, publikasi data ini bertujuan untuk menyajikan transparansi mutu sekolah secara terbuka di wilayah Jawa Barat. Pemerintah berharap capaian ini menjadi motivasi bagi sekolah lain untuk meningkatkan standar proses belajar mengajar di daerah masing-masing.

Dominasi sekolah di wilayah metropolitan masih terlihat jelas dalam daftar sepuluh besar tahun ini. Selain Bandung, sekolah-sekolah dari Bekasi, Depok, dan Bogor secara konsisten menempati peringkat atas dalam perolehan nilai akademik nasional tersebut.

Meski demikian, terdapat tren positif pemerataan kualitas pendidikan dengan munculnya perwakilan dari luar wilayah metropolitan. Sekolah di daerah seperti Kuningan, Cirebon, Indramayu, hingga Tasikmalaya mulai menembus jajaran sekolah unggulan di tingkat provinsi.

Daftar 10 Besar SMA Negeri Nilai TKA Tertinggi Jabar 2026
Peringkat Nama Sekolah Rata-rata Nilai
1 SMAN 3 Bandung 55,57
2 SMAN 5 Bandung 53,55
3 SMAN 1 Bekasi 53,50
4 SMAN 1 Kota Depok 53,26
5 SMAN 1 Bogor 53,07
6 SMAN 5 Bekasi 52,66
7 SMAN 3 Bogor 52,34
8 SMAN 8 Bandung 52,17
9 SMAN 2 Kota Depok 51,68
10 SMAN 3 Kota Depok 51,53

Data lengkap mengenai daftar 50 besar sekolah ini sebelumnya juga telah dipublikasikan melalui akun media sosial resmi @tikomdik_disdikjabar. Pencapaian ini dianggap sebagai hasil kerja keras kolektif antara siswa, tenaga pendidik, dan manajemen sekolah dalam menjaga standar akademik.

Recommended