Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan pada Selasa, 3 Maret 2026, dengan berada di zona positif, meskipun ketegangan geopolitik global masih menjadi perhatian.
Kenaikan IHSG tercatat sebesar 0,54 persen, mencapai level 8.059,87 pada saat pembukaan. Indeks LQ45 juga mengalami penguatan sebesar 0,64 persen atau 5,20 poin, berada pada level 817,69.
Meskipun sentimen risk-off dipicu oleh konflik di Timur Tengah, pasar saham Indonesia menunjukkan ketahanannya. Sebelumnya, pada perdagangan Senin, 2 Maret 2026, IHSG ditutup melemah signifikan sebesar 2,66 persen ke level 8.016,8 akibat konflik terbuka antara AS–Israel dan Iran.
Pergerakan bursa saham Amerika Serikat yang bervariasi turut memengaruhi IHSG. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,15 persen ke level 48.904,78, sementara indeks S&P 500 naik tipis 0,04 persen ke 6.881,62 dan Nasdaq menguat 0,36 persen ke posisi 22.748,86.
Eskalasi konflik tersebut mendorong kenaikan harga minyak dunia dan kekhawatiran inflasi global. Pelemahan IHSG relatif tertahan oleh penguatan saham sektor energi dan emas yang diuntungkan dari lonjakan harga komoditas.
Kondisi ekonomi dalam negeri yang relatif stabil menjadi penopang pergerakan IHSG di tengah tekanan eksternal. Inflasi Februari tercatat 4,76 persen secara tahunan, dan neraca perdagangan Januari mencatat surplus USD960 juta, memperpanjang tren surplus selama 69 bulan berturut-turut.
Tim riset BRI Danareksa Sekuritas menjelaskan, "Selama ketegangan geopolitik masih berlangsung dan belum menunjukkan tanda de-eskalasi, Untuk perdagangan hari ini, proyeksi IHSG masih akan cukup tertekan menuju level supportnya pada 7940-7820 dengan resistance di 8200-8350."
Berikut adalah beberapa rekomendasi saham dari tim riset tersebut:
- PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC)
- PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX)
- PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID)