IHSG Parkir di Level 7.101 Saat Investor Asing Catat Jual Bersih

IHSG menguat 0,41 persen ke level 7.101,23 pada perdagangan Rabu (29/4/2026), meski investor asing mencatatkan aksi jual bersih hingga Rp1,19 triliun.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,41 persen ke posisi 7.101,23 pada perdagangan Rabu (29/4/2026) sore. Dilansir dari Detik Finance, pergerakan indeks tersebut didorong oleh kenaikan signifikan sejumlah saham unggulan di tengah aksi jual investor asing.

Data perdagangan menunjukkan saham TLKM naik 1,77 persen, IMPC melesat 7,44 persen, dan APIC melonjak 14,50 persen. Sebaliknya, pelemahan terdalam dialami saham TPIA sebesar 4,50 persen, disusul DSSA yang turun 2,55 persen, serta MORA terkoreksi 4,43 persen.

Investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp986,58 miliar di pasar reguler. Secara akumulatif di seluruh pasar, total nilai penjualan bersih oleh pemodal asing mencapai Rp1,19 triliun pada penutupan sesi tersebut.

Kondisi sektoral menunjukkan tekanan pada 9 dari 11 sektor saham. Sektor industri dasar (basic industry) mencatat penurunan terdalam sebesar 1,08 persen, sementara sektor industri (industrial) justru membukukan kenaikan tertinggi hingga 2,41 persen.

Di pasar global, bank sentral Amerika Serikat memutuskan untuk menahan suku bunga acuan pada kisaran 3,50 persen hingga 3,75 persen. Keputusan ini sejalan dengan ekspektasi pasar, meski bursa Dow Jones ditutup melemah 0,57 persen ke level 48.861.

Terkait aksi korporasi, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menetapkan pembagian dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp44,47 triliun atau Rp476,95 per saham. Jumlah tersebut setara dengan 79 persen dari total laba bersih konsolidasi perusahaan.

Manajemen Bank Mandiri telah menyalurkan dividen interim sebesar Rp9,32 triliun sebelumnya. Sisa dividen final yang akan dibayarkan kepada pemegang saham mencapai Rp35,15 triliun, sementara 21 persen laba atau Rp11,82 triliun ditetapkan sebagai laba ditahan.

Sementara itu, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) sedang mempercepat proyek strategis nasional hilirisasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME). Perseroan menargetkan pengolahan 7 juta ton batu bara per tahun guna menghasilkan 1,4 juta ton DME di Tanjung Enim.

Proyek hasil kolaborasi dengan MIND ID dan Pertamina ini berlokasi di Bukit Asam Industrial Estate seluas 585 hektare. Pengembangan fasilitas ini diperkirakan akan menyerap tenaga kerja sebanyak 5.380 orang selama tahap pembangunan dan operasional berlangsung.

Recommended