Pergerakan Bitcoin Lesu Akibat Tekanan Makro Global

Pergerakan Bitcoin dalam 24 jam terakhir hanya mencatat kenaikan tipis, berada di kisaran USD66.500 karena tekanan makroekonomi.

Aktivitas pasar kripto menunjukkan fase yang rapuh, dengan Bitcoin (BTC) hanya mencatat kenaikan sekitar 0,10% dalam 24 jam terakhir, stabil di kisaran USD66.500 atau sekitar Rp1,12 miliar, seperti dilansir dari Medcom. Kondisi ini terjadi setelah mata uang kripto terbesar tersebut sempat turun hingga menyentuh area dukungan USD65.000 pada Senin (30/3/2026) dini hari.

Meski dominasi pasar Bitcoin (BTC.D) berada di level 58,90%, tekanan yang lebih luas terlihat dari total kapitalisasi pasar kripto global yang terkoreksi 2,85% menjadi USD2,27 triliun. Menurut Panji Yudha, Financial Expert Ajaib, situasi ini dipicu oleh kombinasi faktor makro, termasuk kenaikan harga energi dan memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah.

Lonjakan harga minyak hingga menembus USD100 per barel telah mengubah ekspektasi investor secara drastis. Awalnya investor berharap adanya pemangkasan suku bunga, kini justru bersiap menghadapi potensi kenaikan suku bunga lanjutan.

Perubahan ekspektasi ini tercermin pada kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat yang menyentuh 4,07%. Kondisi ini mengurangi daya tarik Bitcoin sebagai aset alternatif, terutama jika dibandingkan dengan instrumen safe haven konvensional.

Tekanan juga terlihat dari sisi arus dana. Data SosoValue menunjukkan adanya arus keluar bersih (net outflow) sebesar USD296,18 juta pada pekan yang berakhir 27 Maret 2026. Angka ini mengakhiri tren inflow positif yang telah berlangsung selama empat minggu berturut-turut sejak akhir Februari. Akibatnya, total aset bersih di pasar kripto menyusut dari USD90,30 miliar menjadi USD84,77 miliar, mengindikasikan bahwa investor institusional mulai mengambil posisi yang lebih defensif.

Fase Konsolidasi Pasar Kripto

Sinyal kehati-hatian investor juga tercermin dari langkah MicroStrategy (MSTR) yang tidak menambah kepemilikan Bitcoin pada periode terakhir, berbeda dari pola agresif yang biasa mereka tunjukkan.

Di tengah tekanan makro dan perubahan perilaku investor ini, pasar kripto kini memasuki fase konsolidasi yang lebih sensitif terhadap sentimen global. Arah selanjutnya akan sangat bergantung pada perkembangan geopolitik dan kebijakan moneter dalam waktu dekat.

Sementara itu, proyek kripto Worldcoin (kini dikenal sebagai World), yang digagas oleh Sam Altman, menunjukkan dinamika berbeda. Proyek ini baru saja menyelesaikan penjualan over-the-counter (OTC) sebanyak 239 juta token WLD senilai sekitar USD65 juta, dengan harga rata-rata penjualan USD0,2719 per token.

Untuk memitigasi potensi tekanan jual di pasar sekunder, sebagian dari transaksi tersebut, sekitar USD25 juta, dikenakan periode penguncian (lock-up) selama enam bulan.

Secara keseluruhan, tekanan makroekonomi dan geopolitik telah menyebabkan harga Bitcoin dan sebagian besar altcoin mengalami koreksi signifikan. Ketidakpastian global, kenaikan harga minyak, dan perubahan ekspektasi suku bunga menjadi faktor utama yang menekan pasar kripto. Meskipun beberapa analis masih optimis terhadap potensi kenaikan, investor disarankan untuk tetap waspada terhadap volatilitas yang tinggi.

Recommended