Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan di zona hijau dengan kenaikan sebesar 0,22 persen ke posisi 6.971,95 pada Senin (04/05/2026). Berdasarkan data yang dilansir dari Detik Finance, penguatan indeks ini dipicu oleh performa positif sejumlah saham besar seperti TLKM, BBRI, dan BREN.
Meskipun indeks menguat, investor asing terpantau melakukan aksi jual bersih senilai Rp791,28 miliar di pasar reguler. Namun, secara keseluruhan di seluruh pasar, tercatat akumulasi beli bersih oleh pemodal asing mencapai Rp1,92 triliun.
Sektor siklikal memimpin penguatan dengan kenaikan signifikan mencapai 2,53 persen pada penutupan perdagangan hari ini. Sebaliknya, sektor kesehatan mengalami tekanan paling dalam setelah terkoreksi sebesar 1,63 persen di tengah fluktuasi pasar.
Kondisi pasar modal domestik berbanding terbalik dengan bursa Amerika Serikat yang bergerak melemah di indeks Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq. Sentimen global saat ini dipengaruhi oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Selat Hormuz yang memicu kenaikan harga komoditas dunia.
Di sisi fundamental emiten, PT Timah Tbk (TINS) melaporkan lonjakan laba bersih yang mencapai Rp1,50 triliun pada awal tahun 2026. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan lebih dari sepuluh kali lipat dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Kenaikan laba TINS ditopang oleh pendapatan yang menyentuh angka Rp5,46 triliun seiring peningkatan volume penjualan timah sebesar 6.009 ton. Selain kenaikan harga jual rata-rata, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS turut memberikan keuntungan bagi kinerja ekspor perusahaan.
Sementara itu, PT Sumber Global Energy Tbk (SGER) mengumumkan perolehan kontrak baru ekspor batu bara ke Vietnam senilai US$154,68 juta. Kontrak untuk periode 2026–2027 ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan operasional pembangkit listrik Song Hau 1.
Sektor konsumsi diwakili oleh PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) yang resmi menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp140 per saham. Total dividen yang dibagikan dari laba tahun buku 2025 tersebut mencapai Rp1,62 triliun dengan rasio pembayaran sebesar 40,68 persen.
Hingga saat ini, pelaku pasar masih menantikan rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia kuartal I-2026 yang dijadwalkan segera diumumkan. Pertumbuhan ekonomi nasional diperkirakan berada di angka 5,40 persen secara tahunan meskipun diproyeksi mengalami kontraksi secara kuartalan.