Pada perdagangan Kamis (5/3), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mengakhiri sesi di zona positif. Kenaikan sebesar 1,76% membawa indeks mencapai level 7.710,54.
Kinerja positif ini didukung oleh penguatan saham-saham perbankan dengan kapitalisasi besar. Tercatat, saham Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengalami kenaikan sebesar 3,27%, diikuti oleh Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang menguat 2,91%, serta Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan kenaikan 1,63%.
Namun, beberapa saham turut menahan laju penguatan IHSG. Bayan Resources Tbk (BYAN) mengalami penurunan sebesar 2,37%, Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melemah 1,68%, dan MD Pictures Tbk (FILM) terkoreksi 2,80%.
Investor asing mencatatkan arus dana keluar (net sell) sebesar Rp292,91 miliar di pasar reguler. Secara keseluruhan, nilai jual bersih investor asing mencapai Rp210 miliar.
Dari sisi sektoral, mayoritas sektor menunjukkan kinerja positif. Sebanyak 10 dari 11 sektor berhasil ditutup di zona hijau, dengan sektor consumer cyclical mencatat kenaikan tertinggi sebesar 3,40%. Sektor transportasi menjadi satu-satunya sektor yang mengalami penurunan, meskipun terbatas sebesar 0,13%.
Berbeda dengan pasar domestik, bursa saham Amerika Serikat justru ditutup melemah. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 1,61% ke posisi 47.954, diikuti S&P 500 yang melemah 0,56% ke 6.839, serta Nasdaq Composite yang terkoreksi 0,26% ke level 232.748. Ketegangan geopolitik yang meningkat, menyusul laporan serangan rudal Iran terhadap kapal tanker minyak, menjadi sentimen negatif bagi pasar global.
Kondisi global turut memengaruhi instrumen investasi terkait pasar Indonesia di luar negeri. ETF Indonesia, iShares MSCI Indonesia ETF (EIDO) tercatat turun 1,24%, sementara MSCI Indonesia Index justru menguat 2,03%.
Di dalam negeri, pelaku pasar juga menyoroti pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengenai potensi pengurangan anggaran program Makan Bergizi Gratis hingga Rp100 triliun. Kebijakan ini disebut terkait dengan potensi tekanan fiskal akibat konflik di Iran. Kondisi ini diperkirakan dapat memengaruhi kinerja emiten di sektor pertanian dan peternakan yang sebelumnya diuntungkan oleh program tersebut.
Dinamika harga energi global turut memengaruhi pergerakan saham perusahaan energi hulu seperti Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dan Energi Mega Persada Tbk (ENRG). Emiten sektor pangan seperti Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), dan Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) juga menjadi perhatian terkait perkembangan kebijakan tersebut.
Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) mengumumkan rencana penambahan modal melalui rights issue. Perseroan berencana menerbitkan maksimal 2,11 miliar saham baru, setara dengan 22,18% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah aksi korporasi tersebut.
Saham baru ini akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia dengan hak yang sama seperti saham yang telah beredar, termasuk hak atas dividen. Dana yang diperoleh akan digunakan untuk mendukung likuiditas umum, belanja modal, serta modal kerja, sekaligus menunjang ekspansi, diversifikasi usaha, dan investasi guna memperkuat struktur permodalan serta operasional perusahaan.
Rencana rights issue ini masih menunggu persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 9 Maret serta pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Disclaimer: Analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor, sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi.