IHSG Parkir di Zona Hijau Setelah Menguat 2,34 Persen

IHSG ditutup menguat ke level 7.675,95 pada Selasa (14/04). Sektor infrastruktur memimpin penguatan di tengah aksi jual bersih investor asing.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 2,34 persen ke posisi 7.675,95 pada penutupan perdagangan Selasa (14/04). Dilansir dari Detik Finance, laju penguatan indeks ini didorong oleh dominasi zona hijau pada mayoritas sektor saham di bursa domestik.

Sektor infrastruktur menjadi penggerak utama dengan lonjakan mencapai 5,62 persen, sementara sembilan dari sebelas sektor berakhir di zona positif. Lonjakan harga saham MORA sebesar 25,00 persen menjadi penopang utama, diikuti penguatan saham BBCA sebesar 2,66 persen dan BREN yang naik 7,00 persen.

Meski indeks menguat, investor asing terpantau masih melakukan aksi jual bersih atau net sell dengan nilai total mencapai Rp78,83 miliar. Rinciannya mencakup penjualan bersih senilai Rp48,09 miliar di pasar reguler dan Rp30,74 miliar jika diakumulasikan dari seluruh pasar.

Di sisi lain, beberapa emiten justru mencatatkan koreksi harga yang cukup tajam di tengah penguatan pasar. Saham MSIN memimpin pelemahan dengan penurunan 14,77 persen, disusul oleh TLKM yang terkoreksi 2,19 persen dan DCII yang melemah 1,14 persen.

Sentimen positif juga datang dari pasar global setelah bursa saham Amerika Serikat ditutup menguat di mana Dow Jones naik 0,66 persen dan S\&P 500 meningkat 1,18 persen. Tren kenaikan ini dipicu oleh optimisme terkait peluang kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran yang memberikan dampak positif pada indeks MSCI Indonesia.

Terkait aksi korporasi, PT Transkon Jaya Tbk (TRJA) mengumumkan rencana ekspansi dengan menambah tiga lini bisnis baru di sektor transportasi darat. Perusahaan memproyeksikan pendapatan dari unit bisnis baru ini mencapai Rp7,53 miliar dengan laba bersih sekitar Rp1,87 miliar pada tahun 2026.

Sementara itu, PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) berencana melakukan penambahan modal melalui penerbitan 23,99 miliar saham baru seharga Rp50 per lembar. PT Multipolar Tbk (MLPL) selaku pemegang saham utama berkomitmen mengambil seluruh haknya sekaligus bertindak sebagai pembeli siaga dalam aksi korporasi ini.

Recommended