Manajemen Persipura Jayapura Buka Suara Terkait Kericuhan di Stadion Lukas Enembe

Manajemen Persipura Jayapura memberikan pernyataan resmi terkait kericuhan suporter pascalaga kontra Adhyaksa FC di Stadion Lukas Enembe.

Manajemen Persipura Jayapura memberikan respons resmi terkait insiden kericuhan yang pecah setelah pertandingan play-off promosi menuju BRI Super League. Seperti diberitakan oleh Bola, tim berjuluk Mutiara Hitam tersebut menelan kekalahan tipis 0-1 dari Adhyaksa FC di Stadion Lukas Enembe.

Ketegangan mulai meningkat begitu wasit meniup peluit panjang tanda laga berakhir. Sejumlah pendukung dilaporkan memasuki area lapangan, sementara kerusuhan juga meluas hingga ke luar area stadion dan merusak berbagai fasilitas serta kendaraan di sekitarnya.

Di tengah ancaman sanksi dan sorotan tajam mengenai sistem pengamanan, manajemen Persipura memilih untuk merilis sikap terbuka. Klub menegaskan komitmennya terhadap aturan, namun menilai pembatasan total penonton bukan langkah yang tepat.

Pihak klub menyatakan bahwa mereka sangat memahami regulasi keamanan demi kemajuan sepak bola nasional. Kendati demikian, kehadiran pendukung dianggap sebagai elemen yang tidak bisa dipisahkan dari olahraga ini.

“Kami memahami bahwa disiplin, keamanan, serta kepatuhan terhadap regulasi FIFA dan PSSI merupakan bagian penting dalam membangun sepak bola Indonesia yang lebih baik dan profesional,” tulis pernyataan resmi Persipura.

“Namun demikian, kami juga percaya bahwa pembatasan total terhadap kehadiran penonton dan suporter bukanlah satu-satunya solusi jangka panjang. Sepak bola tanpa kehadiran pendukung akan kehilangan sebagian dari semangat, identitas, dan ikatan emosional yang menjadi jiwa dari olahraga ini,” lanjut pernyataan tersebut.

Pentingnya Edukasi dan Kolaborasi

Manajemen Persipura menambahkan bahwa membangun kultur sepak bola yang tertib memerlukan proses pembinaan yang konsisten. Hukuman saja dinilai tidak cukup untuk mengubah perilaku massa di stadion.

“Yang tidak kalah penting ke depannya adalah edukasi dan sosialisasi yang berkelanjutan kepada para suporter, pendukung, serta penonton secara umum, membangun kesadaran yang lebih baik tentang bagaimana mendukung tim secara bertanggung jawab, menghormati regulasi, menjaga ketertiban, serta saling menjaga satu sama lain selama pertandingan berlangsung,” tulis Persipura.

“Budaya disiplin dalam sepak bola tidak dapat dibangun hanya melalui hukuman semata, tetapi juga melalui pembinaan, komunikasi, dan rasa tanggung jawab bersama,” lanjut mereka.

Pihak manajemen meyakini atmosfer pertandingan yang aman dapat terwujud jika seluruh elemen kelompok pendukung mendapatkan arahan dan koordinasi yang tepat dari klub.

“Persipura percaya bahwa para pendukung memiliki kecintaan dan semangat yang besar terhadap klub ini. Dengan arahan yang tepat, koordinasi yang lebih baik, serta rasa tanggung jawab bersama, kami percaya kita dapat menciptakan atmosfer sepak bola yang lebih sehat, aman, tertib, dan disiplin,” tulis Persipura lagi.

Harapan Keterlibatan PSSI

Persipura juga mengharapkan peran aktif dari PSSI selaku induk organisasi sepak bola tertinggi di Indonesia. Mereka mengusulkan adanya program pendampingan dan komunikasi berkala dengan basis suporter.

“Sebagai bagian dari solusi ke depan, kami juga berharap PSSI dapat bersama-sama dengan klub melakukan pengawasan, pendampingan, serta program sosialisasi yang lebih aktif kepada suporter dan penonton secara umum,” tulis Persipura.

“Kami percaya pendekatan kolaboratif seperti workshop bersama, edukasi rutin, forum komunikasi, dan pembinaan langsung kepada komunitas suporter dapat menjadi langkah positif dalam membangun budaya sepak bola Indonesia yang lebih dewasa dan bertanggung jawab,” lanjutnya.

Pada bagian akhir keterangannya, manajemen menginginkan peristiwa di Stadion Lukas Enembe ini menjadi titik balik evaluasi bagi kemajuan kompetisi di masa depan.

“Kami berharap momentum ini dapat menjadi bahan refleksi dan perbaikan bagi seluruh pihak, klub, suporter, penyelenggara, maupun seluruh pemangku kepentingan, agar sepak bola Indonesia dapat terus berkembang dengan kedewasaan, persatuan, profesionalisme, serta budaya suportif yang lebih baik di masa depan,” tutup pernyataan tersebut.

Recommended