Andrea Iannone memberikan komentar pedas terhadap Marc Marquez. Mantan pembalap MotoGP asal Italia tersebut mengakui talenta luar biasa Marquez, namun menilai sang juara dunia delapan kali itu kurang memiliki aura dan karisma seperti legenda Valentino Rossi.
Bagi Iannone, daya tarik dalam dunia balap bukan hanya soal statistik dan trofi. Dalam wawancara dengan GPOne, Iannone membuka kembali rivalitas lama dengan Marquez sejak di Moto2, dan menilai ada perbedaan mendasar antara Marquez dan ikon MotoGP terdahulu.
Pandangan ini mempertegas kedekatan Iannone dengan Valentino Rossi, terutama sejak konflik besar antara Rossi dan Marquez pada MotoGP 2015.
Iannone mengakui kualitas Marquez sebagai pembalap top. "Tak ada yang meragukan bakatnya dan fakta bahwa dia sangat cepat," ujar Iannone.
Namun, menurutnya, daya tarik seorang pembalap tidak hanya terletak pada kemampuan menunggang motor. Ia menyebut legenda yang punya "sihir" tersendiri.
"Dia bukan favorit saya. Saya lebih menyukai pebalap seperti Kevin Schwantz atau Marco Lucchinelli, mereka punya sihir, sikap, dan karisma, bukan sekadar kemampuan membalap," tuturnya.
Iannone membandingkan Marquez dengan Rossi. "Saya memikirkan Valentino Rossi. Marc tidak memberikan perasaan yang sama."
Bayang-bayang Konflik Musim 2015
Hubungan Marquez dan Rossi yang memanas pada akhir musim 2015 masih membekas. Iannone menilai insiden itu berdampak buruk bagi Marquez dan citra MotoGP.
"Apa yang terjadi saat itu merusak reputasinya dan bukan hal yang baik untuk olahraga ini," kata Iannone.
Ia menyinggung gaya balap agresif Marquez yang kerap menimbulkan kontroversi. "Marc punya kebiasaan mendekati Anda dan menjatuhkan Anda," lanjutnya.
Meski begitu, Iannone tetap respek dan mengakui Marquez sebagai juara sejati yang mampu bangkit dari cedera dan berjuang keras.
Karier Iannone Usai Badai Larangan
Iannone sempat menghilang dari MotoGP setelah larangan balap empat tahun akibat kasus doping pada 2020. Ia kembali di Grand Prix Malaysia 2024, menggantikan Fabio Di Giannantonio yang cedera.
Setelah hukumannya berakhir, Iannone melanjutkan karier di World Superbike bersama tim GoEleven Ducati. Ia meraih satu kemenangan balapan pada musim 2024, meski performanya menurun pada musim berikutnya.
Untuk masa depan, Iannone kembali tercantum dalam daftar peserta World Superbike 2026. Ia akan membela Cainam Racing Team dan kembali menunggangi motor Ducati.