IHSG Menguat Terbatas di Awal Perdagangan Selasa, LQ45 Melemah Tipis

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,17 persen ke 7.001,28 pada pembukaan perdagangan Selasa. Investor asing masih mencatat jual bersih Rp611 miliar.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan penguatan terbatas saat pembukaan perdagangan pagi pada Selasa. Indeks dibuka naik 11,85 poin atau 0,17 persen, mencapai level 7.001,28. Namun, indeks saham unggulan LQ45 justru mencatat pelemahan tipis sebesar 0,06 persen, berada di posisi 707,35, seperti dilansir dari Medcom.

Pergerakan positif IHSG ini selaras dengan kinerja bursa global, terutama di Wall Street pada sesi perdagangan sebelumnya. Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 0,36 persen menjadi 46.669,88. Sementara itu, S&P 500 naik 0,44 persen ke level 6.611,83, dan Nasdaq Composite tercatat menguat 0,54 persen menjadi 21.996,34.

Kondisi pasar global ini memberikan sentimen positif awal bagi pasar saham domestik. Kendati demikian, sejumlah risiko global masih membayangi pergerakan indeks di Indonesia.

Pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup melemah 0,53 persen dan kembali berada di bawah level psikologis 7.000, tepatnya di 6.989. Tekanan jual dari investor asing terus berlanjut, dengan catatan jual bersih (net foreign sell) mencapai Rp611 miliar.

Menurut tim riset BRI Danareksa Sekuritas, sentimen global menjadi pendorong utama tekanan ini. Eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran, serta ketidakpastian seputar gencatan senjata, menjadi fokus perhatian. Selain itu, risiko gangguan pasokan energi yang berasal dari Selat Hormuz juga turut memberikan beban pada pasar.

Dari sisi domestik, rilis daftar High Share Concentration (HSC) oleh Bursa Efek Indonesia juga menimbulkan tekanan, terutama pada saham-saham tertentu seperti BREN dan DSSA.

Proyeksi Pergerakan IHSG

Secara teknikal, pergerakan IHSG diperkirakan akan cenderung terbatas atau sideways dalam jangka pendek. Tim riset BRI Danareksa Sekuritas dalam riset harian mereka pada Selasa, 7 April 2026, memperkirakan IHSG akan bergerak dalam rentang support 6.900-6.950 dan resistance 7.050-7.100.

Arah pergerakan selanjutnya masih sangat dipengaruhi oleh perkembangan situasi global, khususnya konflik yang terjadi di Timur Tengah. Selain itu, arus dana asing yang cenderung keluar dari pasar domestik, terutama di sektor perbankan, juga menjadi faktor penentu.

Recommended