Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Rabu, 8 April 2026, dengan kenaikan signifikan. Dilansir dari Medcom, indeks acuan Bursa Efek Indonesia ini naik 191,38 poin atau 2,75 persen, mencapai level 7.162,41. Kenaikan serupa juga dialami oleh indeks saham unggulan LQ45, yang mencatat penguatan 22,61 poin atau 3,22 persen ke posisi 724,27.
Meskipun terjadi penguatan di awal sesi, sentimen pasar global tetap menjadi fokus utama para pelaku pasar. Pada perdagangan sebelumnya, bursa saham Amerika Serikat di Wall Street menunjukkan pergerakan yang bervariasi.
Indeks Dow Jones Industrial Average mencatat pelemahan 0,18 persen ke level 46.584,46. Sementara itu, S&P 500 naik tipis 0,076 persen ke 6.616,85, dan Nasdaq Composite menguat 0,098 persen, mencapai posisi 22.017,85.
Sebelumnya, IHSG ditutup melemah 0,26 persen pada level 6.971. Pelemahan ini terjadi di tengah ketidakpastian global dan aksi jual investor asing yang mencapai Rp1,78 triliun. Tekanan eksternal ini diperkuat oleh meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran.
Kondisi tersebut berpotensi memicu kenaikan harga minyak dunia serta inflasi global. Selain itu, nilai tukar rupiah juga sempat tertekan hingga menyentuh Rp17.105 per dolar Amerika Serikat, mengikuti penguatan mata uang negara Paman Sam.
Meski IHSG melemah, aktivitas transaksi di pasar saham tetap ramai. Nilai transaksi mencapai Rp15,25 triliun dengan volume perdagangan 29,21 miliar saham dari 1,66 juta transaksi. Sebanyak 255 saham menguat, 412 melemah, dan 151 stagnan.
Di tengah pelemahan indeks, investor asing justru mencatatkan aksi beli bersih (net foreign buy) sebesar Rp622,92 miliar di seluruh pasar. Rinciannya, Rp611,26 miliar di pasar reguler dan Rp11,66 miliar di pasar negosiasi serta tunai.
Proyeksi Pergerakan IHSG
Tim riset BRI Danareksa Sekuritas menyatakan bahwa pelaku pasar saat ini cenderung bersikap menantikan (wait and see). Mereka menunggu hasil review FTSE Russell, yang dapat mempengaruhi arus modal asing ke pasar Indonesia.
"Kami masih memproyeksikan IHSG bergerak terbatas di range support 6.950-6900 dan resistance pada 7050-7065. Bias melemah dan tertekan akan tetap ada di pasar selama kondisi risk off perang masih terjadi dan juga capital outflow dari investor asing," tulis tim riset pada Rabu, 8 April 2026.
Aksi beli investor asing di tengah pelemahan IHSG mengindikasikan adanya peluang investasi yang masih menarik. Koreksi pasar sering dimanfaatkan sebagai momentum untuk mengakumulasi saham-saham potensial. Prospek pasar saham Indonesia dinilai positif dalam jangka panjang.