IHSG Terkoreksi, Saham SMMA dan ADMR Menguat

IHSG ditutup di zona merah dengan koreksi 3,05%. Investor asing catatkan net sell Rp221,84 miliar di pasar reguler.

PT Mega Capital Sekuritas, bagian dari CT Corpora, telah beroperasi sejak tahun 1991, menyediakan layanan investasi yang inovatif dengan dukungan tenaga ahli.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi pada penutupan perdagangan Jumat (13/3), turun 3,05% ke level 7.137,21. Tekanan jual terjadi di hampir semua sektor.

Di tengah pelemahan IHSG, beberapa saham justru menunjukkan kenaikan. Saham Sinar Mas Multiartha (SMMA) naik 2,04%, diikuti oleh Adaro Minerals Indonesia (ADMR) dengan penguatan 3,19%, serta Adaro Andalan Indonesia (AADI) yang meningkat 1,97%.

Sementara itu, saham-saham seperti Dian Swastatika Sentosa (DSSA) yang merosot 11,47%, Amman Mineral Internasional (AMMN) yang turun 10,41%, dan DCI Indonesia (DCII) yang melemah 7,89%, menjadi penekan utama pergerakan IHSG.

Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp221,84 miliar di pasar reguler. Jika dihitung dari seluruh pasar, net sell asing mencapai Rp117,48 miliar.

Seluruh sektor di bursa saham mengalami tekanan. Sektor transportasi mencatat koreksi terdalam, yaitu sebesar 3,87%.

Pelemahan IHSG dipengaruhi oleh sentimen negatif dari pasar global. Bursa saham Amerika Serikat juga ditutup di zona merah. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,26% ke 46.558, diikuti S&P 500 yang melemah 0,61% ke 6.632, serta Nasdaq Composite yang turun 0,93% menjadi 22.105.

Kekhawatiran investor meningkat karena ancaman dari pemerintahan Donald Trump terkait potensi serangan terhadap fasilitas ekspor minyak mentah Iran. Data inflasi inti PCE Amerika Serikat yang lebih tinggi dari perkiraan juga menambah tekanan di pasar.

Instrumen yang terkait pasar Indonesia turut terdampak. ETF iShares MSCI Indonesia ETF (EIDO) tercatat turun 1,45%, sementara indeks MSCI Indonesia melemah 1,52%.

Bukalapak.com (BUKA) mencatatkan perbaikan kinerja keuangan pada 2025 dengan laba bersih Rp3,14 triliun, setelah rugi Rp1,54 triliun pada 2024. Kenaikan pendapatan sebesar 45,96% menjadi Rp6,51 triliun, terutama dari segmen gaming, menjadi pendorong utama. Bukalapak juga mencatat keuntungan investasi sebesar Rp2,37 triliun, berbalik dari kerugian sebelumnya.

Secara teknikal, saham BUKA berpotensi melanjutkan penguatan menuju Rp139 setelah terbentuk swing low yang valid.

Astra International (ASII) berencana melakukan buyback dengan dana maksimal Rp2 triliun, tidak melebihi 20% dari modal ditempatkan dan disetor, sesuai POJK No. 13/2023. Program buyback dijadwalkan mulai 16 Maret hingga 15 Juni.

Total aset Astra diperkirakan turun tipis menjadi Rp505,37 triliun dari Rp507,37 triliun, namun laba bersih per saham diproyeksikan meningkat menjadi Rp819 per saham dari Rp810 per saham.

Rekomendasi Saham Hari Ini

Disclaimer: Analisis dan rekomendasi saham bersifat informatif, bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan investor, sesuai profil risiko dan tujuan keuangan masing-masing. Investasi secara bijak.

Recommended