Eksperimen menuangkan semen ke dalam sarang semut yang telah ditinggalkan mengungkap adanya kota raksasa tersembunyi di bawah tanah. Penemuan ini menunjukkan kompleksitas dunia serangga yang seringkali dianggap sederhana.
Eksperimen ini dilakukan dalam dokumenter Ants! Nature's Secret Power, seperti dikutip dari LADbible. Sekitar 10 ton semen digunakan untuk mengisi sarang semut kosong, sehingga dapat dicetak struktur di dalamnya.
Setelah penggalian selama beberapa minggu, para ilmuwan menemukan jaringan terowongan dan ruang kompleks seluas lapangan futsal. Struktur tersebut memiliki luas sekitar 50 meter persegi dan kedalaman 8 meter di bawah tanah. Semua bagian saling terhubung melalui terowongan dan ruang yang memiliki fungsi berbeda.
Kota semut ini memiliki 'jalan utama' dan jalur samping yang memfasilitasi mobilitas. Narator dokumenter Ants! Nature's Secret Power menggambarkan kompleksitasnya: "Ada jalan bawah tanah yang menghubungkan ruang utama."
Struktur ini menyerupai kota modern dengan sistem tata ruang yang terorganisir. Terdapat ruang khusus untuk berbagai kebutuhan, mulai dari tempat berkembang biak hingga area pembuangan.
Narator dokumenter tersebut menegaskan bahwa kota ini adalah hasil kerja kolektif koloni semut, bukan hasil karya satu 'arsitek'. Ribuan semut bekerja sama membangun struktur luar biasa tanpa kepemimpinan terpusat.
Para ilmuwan memperkirakan semut telah memindahkan sekitar 40 ton tanah untuk membangun kota bawah tanah ini. Semut memiliki kekuatan yang memungkinkan mereka mengangkat beban hingga puluhan kali berat tubuhnya.
Koloni semut yang besar memungkinkan pekerjaan raksasa ini diselesaikan secara bertahap, membentuk 'mega city' bawah tanah. Sarang tersebut ditemukan dalam kondisi kosong.
Diduga, koloni semut meninggalkan sarang karena ancaman predator, bencana, atau kondisi lingkungan yang tidak lagi aman. Sarang semut rentan terhadap banjir, serangan koloni lain, dan gangguan eksternal yang memaksa mereka pindah.
Penemuan ini membuktikan bahwa makhluk kecil seperti semut mampu menciptakan sistem yang sangat kompleks dan efisien. Mereka membangun kota bawah tanah yang membuat para ilmuwan takjub, melalui kerja kolektif tanpa pemimpin tunggal.