Ilmuwan Ungkap Misteri Bola Emas di Dasar Laut Alaska

Peneliti mengidentifikasi objek misterius berbentuk bola emas di dasar laut Alaska sebagai sekresi dari makhluk mirip anemon Relicanthus daphneae.

Tim peneliti gabungan berhasil mengidentifikasi objek misterius berbentuk bola emas yang ditemukan di dasar laut Alaska pada Selasa, 28 April 2026, sebagai hasil sekresi dari makhluk laut dalam. Temuan ini memecahkan teka-teki yang muncul sejak ekspedisi Seascape Alaska 5 milik NOAA menemukan objek tersebut di kedalaman 3,2 kilometer di bawah Samudra Pasifik pada 2023.

Analisis laboratorium menunjukkan bahwa benda mengilap tersebut merupakan kutikula yang dikeluarkan oleh organisme mirip anemon bernama Relicanthus daphneae. Berdasarkan laporan Detik iNET, objek ini awalnya diduga sebagai telur, spons, atau kumpulan mikroba karena teksturnya yang halus dan menempel erat pada batuan laut.

Para ahli zoologi dari Smithsonian National Museum of Natural History awalnya kesulitan menentukan identitas objek tersebut karena ketiadaan organ tubuh yang jelas seperti mulut atau otot. Penyelidikan lebih lanjut menggunakan mikroskop mengungkap adanya spirosista, yakni sel penyengat unik yang dimiliki oleh kelas Hexacorallia.

Langkah pengujian genetik kemudian mendeteksi adanya DNA mikroba dan jaringan kutikula. Temuan ini dikonfirmasi oleh Estefania Rodriguez, kurator avertebrata laut di American Museum of Natural History, yang menyebutkan bahwa bola tersebut adalah struktur perekat yang digunakan anemon untuk menempel pada permukaan keras.

"Sangat menyenangkan akhirnya memiliki jawaban tentang apa 'bola emas' itu, dan seperti yang sering terjadi di laut dalam, ini adalah kejutan," kata Jon Copley, ahli ekologi kelautan University of Southampton di Inggris, yang dikutip dari Detik iNET.

Meskipun identitas fisik objek tersebut telah diketahui, klasifikasi biologi Relicanthus daphneae masih memicu perdebatan di kalangan ilmuwan. Data genetik dari tahun 2019 menunjukkan hewan ini berada di luar kelompok taksonomi anemon sejati, meski secara morfologi sangat menyerupai anemon laut pada umumnya.

R. daphneae diketahui menyekresikan kutikula tersebut untuk memfiksasi posisi mereka di bebatuan dasar laut. Makhluk ini diduga meninggalkan lapisan kutikula yang membentuk bola emas tersebut saat memutuskan untuk berpindah lokasi dan mencari tempat menempel yang baru.

Recommended