Tren Mudik 2026: Pemesanan Tiket Lebih Awal dan Liburan

Mudik 2026 menunjukkan perubahan tren. Pemesanan tiket pesawat naik 50% dan kereta 56% lebih awal, dimanfaatkan juga sebagai momen liburan.

Tradisi mudik di Indonesia terus berkembang. Mudik 2026 memperlihatkan perubahan signifikan, dengan pemesanan tiket yang dilakukan jauh lebih awal dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Andi Hendrawan, Director of Transportation tiket.com, menjelaskan bahwa masyarakat kini memanfaatkan momen mudik tidak hanya untuk pulang kampung, tetapi juga untuk berlibur.

“Jadi ada perubahan yang cukup signifikan dari tren masyarakat kita untuk menjalani mudik ini, karena mudik kan tidak hanya istilahnya pulang kampung. Cuma kadang-kadang masyarakat juga memanfaatkan periode momen ini untuk liburan di situ,” kata Andi dalam konferensi pers dilansir Antara pada Rabu, 25 Februari 2026.

Survei YouGov Indonesia pada 2025 mencatat bahwa 38 persen masyarakat memesan tiket transportasi mudik sekitar satu minggu sebelum keberangkatan. Puncak mudik terjadi pada H-2 hingga H-6 Lebaran.

Pada 2026, tiket.com mencatat lonjakan pemesanan tiket pesawat untuk libur Lebaran sebesar 50 persen dan tiket kereta api sebesar 56 persen pada minggu pertama Januari hingga minggu kedua Februari.

Hal ini menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya perencanaan mudik sejak dini untuk mendapatkan harga dan ketersediaan tiket yang lebih baik.

Destinasi Favorit Mudik dan Liburan

Yogyakarta, Surabaya, Medan, dan Pekanbaru diprediksi menjadi tujuan utama pemudik pada 2026. Sementara itu, Bali tetap menjadi destinasi wisata favorit bagi penumpang pesawat. Untuk kereta api, rute favorit meliputi Yogyakarta, Semarang, Cirebon, dan Surabaya.

Mudik kini menjadi momentum liburan keluarga.

Pengaruh Stimulus Harga

Andi menilai minat masyarakat pada mudik 2026 juga didorong oleh stimulus pemerintah, baik dari sisi pajak maupun kebijakan penurunan harga tiket.

“Kemudian kalau dibandingkan dengan tahun sebelumnya tentunya harganya relatif lebih murah. Kita lihat dengan stimulus harga ini, kenaikan transaksi pada saat semenjak diumumkan, kenaikan transaksi untuk periode Lebaran, untuk date of travelling atau tanggal perjalanan periode Lebaran itu naik signifikan, hampir dua kali lipat dari periode sebelumnya,” tutur Andi.

Harga yang lebih kompetitif mendorong masyarakat untuk segera memesan tiket lebih awal. Akibatnya, transaksi untuk periode perjalanan Lebaran melonjak hampir dua kali lipat dibanding periode sebelumnya.

Recommended