Impor Perhiasan Australia Melonjak 634% pada Januari 2026

BPS mencatat impor perhiasan/logam mulia dari Australia melonjak 634,30% YoY pada Januari 2026, mendominasi impor nonmigas dengan US$ 1,07 miliar.

Impor perhiasan atau logam mulia dari Australia mengalami lonjakan signifikan pada awal tahun. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan impor komoditas ini mencapai 634,30% secara tahunan pada Januari 2026.

Menurut Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, impor nonmigas dari Australia mencapai US$ 1,07 miliar. Logam mulia, perhiasan, dan permata mendominasi nilai tersebut dengan kontribusi 47,54%.

Kenaikan impor perhiasan ini terjadi bersamaan dengan peningkatan total impor Indonesia yang mencapai US$ 21,20 miliar pada Januari 2026. Angka ini naik 18,21% dibandingkan Januari 2025.

Ateng menjelaskan dalam konferensi pers di Jakarta pada Senin (2/3/2026) bahwa peningkatan impor tahunan ini terutama didorong oleh kenaikan impor nonmigas dengan andil 14,40%.

Secara keseluruhan, impor nonmigas tercatat sebesar US$ 18,04 miliar, tumbuh 16,71% secara tahunan. Sementara itu, impor migas mencapai US$ 3,17 miliar, naik 27,52%.

Tiongkok, Australia, dan Jepang menjadi tiga negara utama penyumbang impor Indonesia, dengan total kontribusi 54,92% terhadap keseluruhan impor.

Impor nonmigas dari Tiongkok mencapai US$ 7,89 miliar, didominasi oleh mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya dengan kontribusi 23,42%, naik 49,79% year on year. Impor dari Jepang tercatat US$ 0,95 miliar, didominasi oleh mesin dan peralatan mekanis dengan kontribusi 20,68%, meskipun turun 21,20%.

Seluruh kelompok impor mengalami kenaikan berdasarkan golongan penggunaan. Impor barang konsumsi naik 11,81%, impor bahan baku atau penolong naik 14,67% dengan andil 10,61%, dan impor barang modal melonjak 35,23%.

Data ini menunjukkan bahwa di tengah kenaikan impor mesin dan bahan baku industri, logam mulia dan perhiasan dari Australia menjadi salah satu komoditas dengan pertumbuhan paling signifikan pada awal tahun ini.

Recommended