Federasi Futsal Indonesia (FFI) resmi mengikuti proses penawaran atau bidding untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia Futsal 2028 di Jakarta pada pertengahan April 2026. Langkah ini diambil sebagai upaya membawa turnamen futsal kasta tertinggi dunia tersebut ke tanah air.
Dilansir dari Bola, Indonesia harus bersaing dengan empat negara lain dalam proses pengajuan ini, yaitu Prancis, Kuwait, Maroko, dan Spanyol. Hingga saat ini, induk organisasi sepak bola dunia, FIFA, belum memberikan keputusan resmi terkait pemenang bidding tersebut.
Ketua Umum FFI, Michael Victor Sianipar, menyatakan bahwa pihaknya bersama PSSI telah mengirimkan surat pernyataan minat atau letter of intent kepada FIFA sejak tahun lalu. FFI juga telah melakukan pertemuan daring dengan Komite Futsal FIFA pada Maret 2026 untuk menanyakan perkembangan status tuan rumah.
"Kami sudah ada zoom meeting sebenarnya dengan FIFA bulan lalu, kami minta waktu dengan FIFA, zoom meeting dengan Komite Futsal-nya menanyakan kelanjutan," kata Michael Victor Sianipar, Ketua Umum FFI.
Upaya diplomasi akan diperkuat melalui peran Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, yang dijadwalkan menghadiri Kongres FIFA di Kanada pada akhir April 2026. Michael berharap momentum tersebut dapat digunakan untuk meyakinkan Presiden FIFA dan FIFA Council mengenai kesiapan Indonesia.
Tantangan utama Indonesia adalah fakta bahwa Piala Dunia Futsal 2024 sebelumnya digelar di Uzbekistan yang berada dalam zona Asia (AFC). Namun, Michael menilai FIFA memiliki regulasi yang fleksibel dalam menentukan lokasi penyelenggaraan turnamen futsal dibandingkan dengan Piala Dunia sepak bola konvensional.
Sementara menunggu kepastian dari FIFA, pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, tetap fokus mempersiapkan tim melalui beberapa tahapan kompetisi. Agenda terdekat mencakup SEA Games 2025, kejuaraan ASEAN (AFF), serta kualifikasi AFC Futsal Championship 2026.