Tim bulutangkis putra Indonesia dipastikan tersingkir dari turnamen Piala Thomas 2026 setelah menelan kekalahan telak 1-4 dari Prancis pada pertandingan terakhir Grup D di Forum Horsens, Denmark, Rabu (29/4/2026) dini hari WIB. Kegagalan melaju ke babak perempat final ini menjadi catatan sejarah terburuk bagi skuad Merah Putih sejak pertama kali berpartisipasi dalam kejuaraan tersebut.
Kekalahan dari Prancis membuat Jonatan Christie dan kolega merosot ke peringkat ketiga klasemen akhir Grup D. Sebagaimana dilansir dari Bola, meskipun Indonesia mengantongi poin yang sama dengan Thailand dan Prancis, selisih kemenangan pertandingan menjadi penentu posisi akhir di klasemen.
Berdasarkan kriteria tie-break, Thailand memuncaki grup dengan selisih kemenangan 11-4, disusul Prancis yang mencatatkan 10 kemenangan dan lima kekalahan. Sementara itu, Indonesia harus puas di posisi ketiga karena hanya mampu meraih sembilan kemenangan dan menderita enam kekalahan sepanjang fase grup.
Satu-satunya poin kemenangan Indonesia dalam laga kontra Prancis disumbangkan oleh pasangan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri. Mereka berhasil menundukkan lawan melalui pertarungan tiga gim dengan skor akhir 21-18, 19-21, dan 21-11.
Sebelum mengalami kekalahan dari Prancis, tim putra Indonesia sebenarnya mengawali kiprah di Grup D dengan hasil positif. Skuad Garuda tercatat menyapu bersih kemenangan 5-0 atas Aljazair pada laga perdana dan menang tipis 3-2 atas Thailand di pertandingan kedua.
Tersingkirnya Indonesia di fase grup merupakan preseden buruk bagi pemegang rekor 14 kali juara dunia tersebut. Sejak memulai keikutsertaan pertama kali pada puluhan tahun lalu, Indonesia tidak pernah gagal melaju ke fase gugur dalam 31 edisi yang telah dijalani.
Catatan terendah Indonesia sebelumnya terjadi pada edisi 2012 saat tim nasional hanya mampu mencapai babak perempat final. Di luar catatan tersebut, tim putra Indonesia selalu berhasil mencapai babak semifinal atau lebih tinggi, dengan raihan 14 gelar juara, delapan posisi runner-up, dan enam kali sebagai peringkat ketiga.