Indonesia Hentikan Impor Beras Picu Penurunan Harga Pangan Dunia

Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman ungkap penghentian impor beras Indonesia sejak 2025 turunkan harga beras global hingga 340 dolar AS per ton.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman menyatakan penghentian total impor beras oleh Indonesia sejak 2025 telah memicu penurunan harga pangan di pasar global pada Senin (4/5/2026). Langkah kebijakan penguatan produksi dalam negeri tersebut memberikan pengaruh signifikan terhadap stabilitas harga internasional.

Dilansir dari Detik Finance, harga beras dunia yang sebelumnya mencapai US$ 660 per ton saat Indonesia mengimpor 7 juta ton, kini turun ke kisaran US$ 340 per ton. Penurunan ini terjadi seiring keberhasilan Indonesia menekan angka impor secara drastis melalui optimalisasi cadangan pangan pemerintah.

Produksi beras nasional pada tahun 2025 tercatat mencapai 34,69 juta ton, sementara kebutuhan konsumsi nasional hanya sebesar 31,16 juta ton. Surplus produksi tersebut memungkinkan seluruh kebutuhan pangan dalam negeri terpenuhi tanpa bergantung pada pasokan luar negeri sepanjang tahun lalu.

Data The Food and Agriculture Organization (FAO) menunjukkan indeks harga beras internasional (FARPI) terus merosot hingga mencapai level 96,9 pada November 2025. Angka ini menjadi titik terendah dalam empat tahun terakhir sebagai dampak dari berkurangnya permintaan impor dari Indonesia.

Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa stok beras pemerintah saat ini berada pada level tertinggi sepanjang sejarah yakni mencapai 5,12 juta ton. Sebagai perbandingan, stok tertinggi yang pernah dicapai sebelumnya terjadi pada tahun 1984 dengan angka sekitar 2,6 juta ton.

"Ketika kita berhasil memperkuat produksi dalam negeri dan menekan impor secara signifikan, harga dunia ikut turun, bahkan sempat berada di kisaran 340 dolar AS per ton," ujar Amran Sulaiman, Kepala Badan Pangan Nasional dalam keterangannya.

Atas capaian ini, Indonesia menerima dua penghargaan tertinggi dari FAO di era Presiden Prabowo terkait ketahanan pangan dan kontribusi sistem pangan global. Laporan Rice Outlook April 2026 dari USDA turut mencatat Indonesia sebagai negara dengan penurunan impor paling signifikan mencapai 3,8 juta ton.

Sektor kesejahteraan petani juga menunjukkan tren positif dengan Nilai Tukar Petani (NTP) yang konsisten berada di atas angka 120 sejak Juli 2024. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat indeks tertinggi mencapai 126,11 pada Februari 2026, sementara indeks harga yang diterima petani padi menyentuh level 144,52 pada Maret 2026.

Recommended